Baju Tiongkok pun Berbahaya. Ilmuwan Selandia Baru: Mengandung Formalin Sangat Berlebihan

Selasa, 21 Agt 2007

jp21

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=300229

WELLINGTON – Pada saat Tiongkok membela habis-habisan produknya yang disorot internasional, pemerintah Selandia Baru menyelidiki baju buatan negeri itu. Penyelidikan tersebut menindaklanjuti hasil penelitian ilmuwan Selandia Baru yang menyebutkan baju Tiongkok berbahaya bagi kesehatan karena mengandung formalin sangat berlebihan.

Hasil uji ilmiah oleh Badan AgriQuality itu sungguh mengejutkan. Sebab, kandungan formalin baju katun dan wool Tiongkok mencapai 900 kali lipat di atas level aman. Penelitian tersebut digagas stasiun TV3 yang memiliki program Target, yaitu tayangan pengawasan produk untuk konsumen.

Produser Target Simon Rod mengatakan, para ilmuwan itu sampai menguji ulang karena tidak yakin dengan hasil penelitian mereka. Namun, tes berikutnya tetap menunjukkan hasil yang sama. “Hasil pengujian membuat kami terkejut, angkanya antara 230 ppm (parts per million) sampai 18.000 ppm,” tuturnya.

“Beberapa pakaian yang dites menunjukkan level 900 kali lipat di atas level aman dan itu bisa menyebabkan masalah untuk manusia,” lanjutnya. Formalin adalah pengawet yang dipakai untuk menghasilkan efek kaku pada pakaian sekaligus cairan untuk balsam. Efeknya bisa membuat ruam kulit hingga kanker.

Pemerintah Selandia Baru langsung merespons penelitian tersebut dengan melakukan penyelidikan lebih mendalam. “Kami mengambil langkah darurat untuk penyelidikan. Kami menganggap itu sesuatu yang serius,” kata General Manager Kementerian Urusan Konsumen Liz MacPherson saat diwawancarai National Radio.

Sementara itu, Menteri Urusan Konsumen Judith Tizard mengatakan akan memanggil duta besar Tiongkok untuk Selandia Baru guna membahas masalah tersebut.

Penemuan formalin berlebihan dalam pakaian itu mengemuka setelah dua bocah Selandia Baru menderita karena piyama Tiongkok yang mereka kenakan tiba-tiba terbakar. Lantas, toko rabat The Warehouse di Selandia Baru menarik semua piyama anak-anak buatan Tiongkok akhir pekan lalu.

Corporate Affairs Manager The Warehouse Cynthia Church menjelaskan bahwa piyama tersebut berlabel Made in China dan Low Fire Danger. Church menegaskan, semua pakaian tidur anak-anak yang dijual di Selandia Baru harus memiliki standar keamanan yang tinggi. “Saat ini kami sedang menyelidiki sisi keamanan produk pakaian tidur anak-anak tersebut,” paparnya.

Di sisi lain, Tiongkok yang menjadi perhatian dunia atas kualitas produknya meluncurkan program pembelaan. Tayangan tersebut didedikasikan untuk “mengembalikan” reputasi Tiongkok sebagai produsen terbaik di seluruh dunia. Program pertama ditayangkan Minggu (19/8) di stasiun TV China Central Television. TV itu menayangkan kritik dari pengawas kualitas produk Tiongkok atas tanggapan dunia internasional mengenai produk Tiongkok.

“Secara personal, saya meyakini ada tren baru dalam perlindungan perdagangan. Meski penarikan beberapa produk penting dilakukan, sangat tidak adil memutuskan bahwa semua produk Made in China tidak berkualitas,” jelas Li Changjiang, Dirjen Administrasi Supervisi, Inspeksi, dan Jaminan Kualitas, dalam tayangan Percayalah pada Buatan Tiongkok (Believe in Made in China).

Li menjelaskan bahwa departemennya melakukan segalanya untuk memonitor dan memeriksa kualitas produk. Terutama setelah penarikan jutaan mainan oleh Mattel Inc., produsen terbesar mainan di dunia. “Saya ada di sini untuk mengatakan kepada Anda, percayalah pada produk buatan Tiongkok,” sambungnya di hadapan wartawan asing dan Tiongkok serta pejabat Tiongkok yang diundang dalam tayangan tersebut. (ap/afp/tia)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: