Menuju 5 Negara Besar Dunia dengan Competitive Intelligence

Jakarta, Kamis, 12 April 2007

jurnas9

http://www.jurnalnasional.com/new2/?KR=JURNAS&NID=26285

Indenesia adalah negara yang potensial dengan resources (sumber daya alam), sumber daya manusia, dengan posisi yang sangat strategis. Juga ada keinginan kuat dari pemerintah untuk maju dan berkembang menjadi negara besar. Namun, persoalannya adalah Indonesia belum mengetahui bagaimana bertumbuh (how to grow). Karena itu, dibutuhkan competitive intelligence.

Pernyataan itu dilontarkan Penasihat Presiden sekaligus penanggung jawab tertinggi Comptetivenes Intelligence
Prancis, Alain Juillet, dalam seminar internasional bertajuk “Mengantar Indonesia Menjadi Negara 5 Besar Kekuatan Ekonomi Dunia pada tahun 2025 dengan Competitive Intelligence”.

Menurut Allan, problem yang terjadi di Indonesia selama ini adalah belum mampu melihat dan menganalisis potensi sekaligus strategi dalam membangun ekonomi agar bisa kompetitif dan bertumbuh secara cepat. “Competitive intelligence merupakan sebuah alat untuk mengembangkan bisnis perusahaan secara lebih efisien,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Dewan Penasihat Presiden TB Silalahi opitimistis Indonesia bisa menjadi negara besar.

“Dilihat dari national resources terutama sumber daya alam, saya yakin Indonesia akan menjadi negara yang besar, bahkan memenuhi persyaratan untuk menjadi super power. Letak geografis kita juga luar biasa strategis memungkinkan Indonesia menjadi negara 5 besar kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2025,” ujarnya.

Tapi, kelemahan besar untuk merealisasikannya menutut Silalahi ada pada kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Penduduk kita yang berjumlah 220 juta jiwa masih dilihat sebagai beban. Padahal, katanya, jumlah penduduk yang demikian besar itu bisa menjadi kekuatan besar. Penasihat Presiden ini mencontohkan, China bisa menjadi kekuatan besar karena mengubah pemikiran “penduduk banyak sebagai beban” tersebut. “Jadi, Indonesia sebenarnya berpotensi menjadi negara besar. Cuma, kita harus membina SDM Indonesia supaya lebih kompetitif,” ujarnya.

Menurut Silalahi, untuk menjadi negara 5 besar dunia pada tahun 2025, Indonesia harus memiliki competitive intelligence. Artinya, informasi yang didapat harus akurat. Dengan informasi yang akurat itu kita bisa mengambil
keputusan secara tepat. “Jadi competitive intelligence sebenarnya merupakan decision making process, atau proses
pengambilan keputusan. Harus tepat intelligence-nya supaya kita bisa menentukan siapa musuh kita,”ujarnya.

Pentingnya kualitas SDM diakui Wakil Rektor IV Institut Pertanian Bogor (IPB) Asep Saefuddin. Menutunya,

satu-satunya jalan untuk menjadi lebih kompetitif dan mencapai kekuatan besar adalah melalui pendidikan. Menurutnya, pendidikan masa depan yang mendukung competitive intelligence adalah pendidikan entreperneur yang berbasis pada pengetahuan. “Kalau tidak punya lulusan yang knowledge based entrepreneurial graduate maka kita tidak akan kompetitif dengan Malaysia, Singapura, karena mereka sudah menyusun strategi entrepreneurial education,” ujarnya.

(Very Herdiman)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: