Pengelolaan utang; Menkeu: CGI Tidak Diperlukan Lagi

Jumat, 26 Januari 2007

kompas-cetak117

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0701/26/utama/3268706.htm

Jakarta, Kompas – Keluarnya Indonesia dari forum pertemuan negara dan lembaga kreditor atau Consultative Group on Indonesia merupakan strategi pemerintah untuk menutup defisit APBN dengan menggunakan instrumen lain seperti Surat Utang Negara. Forum CGI tidak lagi dipandang sebagai cara efektif untuk menutup defisit APBN.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Kamis (25/1).

Menurut Sri Mulyani, Forum CGI (Consultative Group on Indonesia) dulu dibentuk pada masa orde baru sebagai instrumen untuk menutup defisit. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, banyak pihak yang menilai forum tersebut sebagai sarana intervensi politik para kreditor.

“Stigma politiknya banyak sekali, sehingga banyak yang mengganggapnya sudah tidak relevan dengan kebijakan di Indonesia karena dipandang ada yang mendikte pemerintah,” katanya.

Sri Mulyani mengatakan, setelah pembubaran CGI, proses pengajuan pinjaman akan dilakukan secara langsung pada masing-masing kreditor. Proses negosiasinya dilakukan hanya oleh pejabat eselon dua di Depkeu dan Bappenas. Negosiasi di tingkat menteri hanya dilakukan jika terjadi hambatan pada pembicaraan teknis.

“Kalau memang mau meminjam ya langsung saja mendatangi kreditornya. Kita kembali pada proses bisnis secara langung. Misalnya, ADB kemarin ingin memberikan dana untuk pembangunan pipa gas, maka langsung saja bertemu antara perusahaan dengan ADB. Tidak perlu menggelar forum besar-besaran yang ongkosnya mahal dan pemerintah perlu memberikan penjelasan panjang lebar,” ujarnya.

CGI menawarkan paket pinjaman dan hibah senilai 5,4 miliar dollar AS untuk tahun 2006, yang terdiri atas dana untuk membiayai APBN senilai 3,9 miliar dollar AS dan hibah sebesar 1,5 miliar dollar AS. Jumlah itu lebih tinggi dibanding komitmen CGI tahun 2005 saat Indonesia mendapatkan 3,4 miliar dollar AS.

Sumber lain
Sri Mulyani menjelaskan, defisit APBN bisa ditutup dari berbagai sumber lain, yakni pertama, penjualan aset yang ada di Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Kedua, penggunaan rekening pemerintah yang menampung kelebihan dana tak terpakai pada tahun sebelumnya. Ketiga, penerbitan SUN baik dalam denominasi rupiah maupun dollar AS. Keempat, melalui privatisasi Badan Usaha Milik Negara.

“Pinjaman melalui forum CGI jumlahnya semakin kecil. Selain itu kreditor yang terpenting hanya tinggal tiga, yakni Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Jepang. Beberapa pemain baru seperti China juga menawarkan jumlah pinjaman yang besar, namun sepertinya tidak harus melalui forum CGI,” kata Menkeu.

Menko Perekonomian Boediono mengatakan, format negoasiasi secara bilateral akan memberi kebebasan kepada Indonesia untuk menentukan mekanisme pinjaman. Format ini telah mendapatkan dukungan dari tiga kreditor utama Indonesia, yakni Jepang, Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia (ADB).

“Dengan sistem itu, perlakuannya akan berbeda-beda antara satu kreditor dengan kreditor lainnya,” katanya.(DAY/TAV/FAJ/OIN)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: