lembaga Donor; Mulai Tahun 2007, Indonesia Tidak Memerlukan Lagi CGI

Kamis, 25 Januari 2007

kompas-cetak116

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0701/25/ekonomi/3267009.htm

Jakarta, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, mulai tahun 2007, tidak diperlukan lagi forum pertemuan negara-negara donor yang tergabung dalam Consultative Group on Indonesia atau CGI.

Alasannya, Indonesia sudah bisa mengatasi masalahnya sendiri, karena itu tidak diperlukan lagi pelibatan negara-negara donor CGI. Presiden mengatakan hal itu kepada pers di halaman Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (24/1).

“Saya memandang perlu untuk mengakhiri format yang kita sebut dengan forum CGI. Tahun lalu, kita sudah mulai mengadakan pergeseran. Tahun 2007 ini, saya nyatakan tidak perlu lagi ada forum CGI seperti dulu, dimana Indonesia menyampaikan rencana pembangunannya, kemudian dibahas, dikritisi, diberikan komentar-komentar dan lain-lain. Karena, sekarang ini, kita sudah bisa mengatasi semuanya itu, tanpa harus ada pelibatan dan bantuan forum CGI,” ujarnya.

Penting bagi bangsa Indonesia sekarang ini untuk lebih mandiri. “Membangun kemandirian dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Ini membutuhkan perencanaan yang matang dan tanggung jawab yang penuh untuk menyusun rencana pembangunan kita selanjutnya,” tutur Presiden.

Dengan babak baru pembangunan yang lebih mandiri, lanjut Presiden, pihaknya berharap jajaran pemerintahan termasuk pemerintahan daerah, betul-betul bisa menyusun rencana pembangunan dan rencana anggaran yang tepat sasaran sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan tahun ini, yaitu pengurangan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan pendidikan dan kesehatan, serta peningkatan produksi pangan dan kecukupan energi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang dimintai komentar terkait berakhirnya CGI, menyatakan Indonesia memang tidak lagi bergantung pada pinjaman luar negeri untuk pembiayaan defisitnya.

Hal ini mengingat sudah adanya pilihan, mulai dari kelebihan pendanaan, diversifikasi finansial serta adanya tiga kreditor besar, yaitu Jepang, Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Bank Dunia. Dengan negosiasi secara bilateral dengan tiga kreditor besar itu, posisi tawar Indonesia tidak jelek untuk merundingkan sebagian pinjaman.

Usulan kuota
Sementara, mengenai kunjungan delegasi Dana Moneter Internasional (IMF) yang dipimpin Managing Director IMF Rodigro de Rato ke kantornya, Presiden menyatakan janganlah kedatangan IMF itu diartikan IMF akan menawarkan kembali bantuan pembiayaan pembangunan di Indonesia.

“Terpikir pun tidak, apalagi merencanakan untuk berutang lagi pada IMF,” tandas Presiden Yudhoyono. Saat menerima Rodrigro, Presiden didampingi Menko Perekonomian Boediono dan Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Keuangan, Menneg PPN/Kepala Bappenas, dan beberapa menteri lainnya.

Menurut Presiden, kedatangan IMF sebenarnya untuk memberikan apresiasi yang besar atas pelunasan utang Indonesia yang harusnya 2010 menjadi dipercepat tahun lalu. “Apresiasi itu disertai dengan observasi perkembangan ekonomi, fundamental ekonomi, makro ekonomi, dan neraca pembayaran kita, “lanjut Presiden, seraya menambahkan Indonesia kini menjadi equal partner IMF.

Sementara, dalam keterangan pers bersama Rodrigo, Boediono menyatakan Presiden Yudhoyono dalam pertemuannya memberikan usulan kriteria penentuan kuota pinjaman dari IMF bagi anggotanya. “Presiden mengusulkan perubahan formulasi penentuan kuota yang tak hanya berdasarkan cadangan devisa suatu negara, akan tetapi juga keterbukaan ekonomi dan peran ekonomi negara itu di kawasan,” ujar Boediono.

Terhadap usulan itu, Rodrigo de Rato mengatakan, usulan itu penting dan akan dikaji serta dirundingkan dengan kepentingan negara lainnya, sehingga keputusan perubahan formula kuota bisa diterima semua anggota IMF. Rodigro menilai upaya yang dilakuan pemerintah beberapa tahun ini telah menghasilkan stabilitas makro ekonomi. (har)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: