Kelompok G-8; Negara-negara Kaya Tak Memenuhi Janji

Rabu, 16 Mei 2007

kompas-cetak130

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/16/ln/3534298.htm

BERLIN, Selasa – Negara-negara industri yang kaya raya dan tergabung dalam kelompok G-8 tidak memenuhi janji mereka soal pemberian bantuan ke Afrika. Padahal, janji itu pernah mereka ucapkan pada pertemuan puncak G-8 di Gleneagles, Skotlandia, Inggris, tahun 2005.

Tuduhan itu diutarakan penyanyi rock Inggris Bono dari kelompok U2 dan juga Bob Geldoff. Janji G-8 jauh dari kenyataan. Karena itu, mereka menekankan agar Kanselir Jerman Angela Merkel mewujudkan janji G-8 itu pada pertemuan puncak G-8 yang akan berlangsung di Jerman.

Mereka meminta G-8 mengucurkan setidaknya Rp 9 triliun ke Afrika untuk tahun 2007 saja. Desakan pada Merkel itu seiring dengan janji mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroeder pada pertemuan di Gleneagles tersebut. “Kami hanya meminta janji yang sudah diucapkan para politisi itu, bukan meminta bantuan tambahan,” kata Bono di Berlin, Selasa (15/5).

“Schroeder menandatangani perjanjian itu atas nama warga Jerman. Jika Merkel mengingkari kebanggaan Jerman, berarti dia membunuh warga di Afrika yang hanya berjarak 20 kilometer dari Benua Eropa,” kata Bono menjelang pertemuan G-8, yang akan berlangsung di resor Laut Baltik, Heiligendamm, Jerman, 6-8 Juni 2007.

“Pertemuan G-8 di Jerman merupakan satu peristiwa yang pas karena orang berharap Jerman bisa memenuhi janjinya. Jika Anda ingkar janji, maka setiap orang pun akan melupakan janjinya,” kata Bono memberikan sindiran pada negara anggota G-8 lainnya, selain Jerman adalah Inggris, Perancis, Italia, Kanada, AS, Jepang, dan Rusia.

Teladan antikorupsi
Tekanan pada G-8 juga datang dari kelompok antikorupsi. Ketua Transparency International Huguette Labelle mengatakan, “Sebagai ketua G-8, Jerman memiliki tanggung jawab khusus untuk menuntut G-8 memastikan agar aksi-aksi antikorupsi dijadikan sebagai komitmen inti dalam deklarasi G8.”

Labelle juga meminta Jerman memberi contoh bagi seluruh dunia dan meminta semua anggota G-8 meratifikasi Konvensi PBB Pemberantasan Korupsi (United Nations Convention Against Corruption/UNCAC). Masih ada tiga negara, yakni Italia, Kanada, dan Jepang yang belum meratifikasi konvensi tersebut. TI juga meminta G-8 untuk memantau secara efektif penciptaan mekanisme antikorupsi skala global. (REUTERS/MON)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: