G-8 Sepakati Kerja Sama Energi; Pasar Energi Didorong untuk Transparan

Senin, 17 Juli 2006

kompas-cetak127

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0607/17/ln/2813001.htm

PETERSBURG, MINGGU – Para pemimpin delapan negara industri (G-8), Minggu (16/7), sepakat berkomitmen atas transparansi, kompetisi, dan peningkatan investasi di sektor energi demi ketersediaan energi.

Hal itu disampaikan dalam pernyataan bersama para pemimpin G-8 yang melakukan pertemuan di St Petersburg, Rusia, yang tahun ini memang menjadikan ketersediaan energi sebagai tema utama pertemuan.

Meski demikian, beberapa anggota delegasi menyebutkan, pernyataan tersebut sama sekali tidak sejalan dengan situasi nyatanya, terutama terkait dengan keterbukaan pasar energi Rusia yang tengah berkembang pesat.

“Pengembangan pasar energi yang transparan, efisien, dan kompetitif merupakan cara terbaik untuk mencapai sasaran kami,” demikian disampaikan dalam pernyataan bersama yang tebalnya 12 halaman tersebut.

G-8 mengidentifikasi 11 masalah kunci, salah satunya adalah diversifikasi penawaran dan permintaan, efisiensi energi, dan pengawasan infrastruktur energi yang sangat penting, termasuk terhadap kemungkinan serangan teroris.
Kekhawatiran terhadap keandalan Rusia sebagai pemasok energi juga mendapat penekanan pada pertemuan kali ini setelah terjadinya perang harga di tahun baru antara Rusia dan Ukraina, yang menyebabkan suplai ke Eropa sempat terganggu.

Seruan kepada Rusia untuk meningkatkan kompetisi dan efisiensi dalam industri energinya disampaikan menyusul kecenderungan semakin meningkatnya kontrol pemerintah terhadap sektor energi.

“Dalam hal pembahasaan, ini positif, sangat positif, tetapi ada kesenjangan dengan realitasnya,” kata seorang pejabat Uni Eropa yang namanya minta dirahasiakan.

Meski demikian, pejabat itu menyatakan gembira atas perhatian politik yang begitu besar terhadap masalah energi ini. “Tidak banyak perubahan telah terjadi di lapangan,” ujarnya.

Anggota delegasi Perancis mengatakan, “Kami menginginkan (pernyataan) itu dilaksanakan lebih jauh.”

Monopoli Rusia
Pada Mei lalu, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional Claude Mandil mengungkapkan kekhawatirannya atas monopoli gas alam Rusia oleh OAO Gazprom.

Gazprom dinilai tidak banyak melakukan investasi yang memadai untuk mencari cadangan- cadangan baru sehingga dikhawatirkan perusahaan gas itu tidak akan mampu memenuhi kontrak suplai gasnya dalam beberapa tahun ke depan. Akan tetapi, pihak Gazprom dengan keras menyanggah kritikan itu.

Pernyataan bersama G-8 juga menyerukan perlunya langkah- langkah untuk memperkuat pengumpulan dan pelaporan data energi dengan memperluas keanggotaan Joint Oil Data Initiative (JODI), dengan tujuan mengembangkan sebuah “standar global” bagi pelaporan cadangan minyak dan cadangan energi lainnya.

“Pertukaran rutin informasi terbaru dan dapat diandalkan di antara seluruh peserta pasar, juga sangat penting untuk berfungsi dengan lancarnya pasar energi dunia,” jelas pernyataan itu.

Mereka juga menawarkan dengan sangat hati-hati dukungan bagi energi nuklir sebagai alternatif menggantikan energi hidrokarbon, tetapi tidak sampai memberikan dorongan secara luas karena adanya ketidaksetujuan dari Jerman atas ketertarikan lebih banyak pihak kepada energi nuklir.

“Kami menyadari bahwa anggota-anggota G-8 melakukan cara-cara yang berbeda untuk mencapai ketersediaan selalu energinya dan maksud untuk tujuan-tujuan perlindungan. Kami semua yang memiliki atau mempertimbangkan rencana bagi penggunaan dan atau pengembangan energi nuklir yang aman dan terjamin yakin bahwa pengembangan energi itu akan membantu ketersediaan energi global,” lanjut pernyataan G-8 itu.

Blair bertahan
Perdana Menteri Inggris Tony Blair kemarin di sela-sela pertemuan G-8 menyampaikan niatnya untuk tetap bertahan sebagai perdana menteri, setidaknya hingga pertemuan G-8 tahun depan. Pernyataannya itu menyampingkan kemungkinan dia akan mundur pada musim panas tahun depan.

Blair sebelumnya menyatakan akan mundur sebelum pemilihan umum nasional yang dijadwalkan akan dilaksanakan 2009 atau 2010. PM Inggris itu akhir-akhir ini memang semakin banyak mendapatkan tekanan di dalam negeri pascapemilu lokasi Inggris pada Mei lalu, dan akibat adanya penyelidikan atas tuduhan bahwa dia secara kurang layak menominasikan orang yang mendukung pendanaan partainya untuk sebuah kursi di Majelis Tinggi.

“Saya sudah menjelaskannya selama ini, saya akan meneruskan pekerjaan dan saya menantikan pertemuan G-8 tahun depan,” tegas Blair saat diwawancarai BBC. Pertemuan G-8 tahun 2007 direncanakan berlangsung pada Mei atau Juni. (AP/OKI)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: