G-8 Menjawab Tuduhan Demonstran?

TAJUK RENCANA, Senin, 04 Juni 2007

kompas-cetak132

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/04/opini/3573577.htm

Dunia memang tidak menampakkan gejala yang mengarah ke perbaikan, khususnya yang berkaitan dengan tingkat kesejahteraan umat manusia.

Berbagai konflik terus berkecamuk walaupun ada PBB, kemiskinan terus berlanjut meskipun ada lembaga bantuan seperti Bank Dunia. Kemerosotan juga terjadi dengan merebaknya penyakit yang sulit ditanggulangi, seperti HIV/AIDS atau flu burung. Lalu yang akhir-akhir ini banyak diberitakan adalah pemanasan global.

Di tengah gejala keambrukan dunia tersebut, ada sekelompok negara yang tampaknya menikmati kemakmuran dan sebagian memperlihatkan kekurangpedulian terhadap kesulitan dunia di atas. Negara-negara yang dimaksud ada dalam apa yang selama ini dikenal sebagai G-8 yang terdiri dari AS, Inggris, Italia, Jerman, Jepang, Kanada, Perancis, dan Rusia.

Memang masing-masing dari anggota G-8 punya problemnya sendiri. Tetapi, secara umum mereka rata-rata lebih makmur dibandingkan negara lain. Kalaupun tidak sekaya dan sesejahtera seperti dicitrakan oleh bangsa-bangsa lain, setidaknya kedelapan negara ini punya pengaruh besar di dunia. Dengan pengaruh yang mereka miliki, sebetulnya mereka dalam posisi untuk berbuat lebih banyak bagi dunia, seperti mengikis kemiskinan yang makin meluas. Tetapi, tampaknya harapan semacam itu kurang bersambut.

Boleh jadi atas dasar kenyataan itu, kita mendengar ada demonstrasi besar-besaran ketika para pemimpin G-8 akan bertemu dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) tahunan yang kali ini akan berlangsung di Jerman mulai Rabu (6/6) mendatang. Seperti kita baca beritanya Minggu (3/6), demonstran dari berbagai penjuru kota di Eropa, selain dari Jerman sendiri, berduyun-duyun menuju ke lokasi KTT. Disebutkan, ini merupakan demo menentang G-8 yang paling besar sejauh ini.

Para demonstran antara lain menyatakan, dunia (sekarang ini) terbentuk dengan dominasi G-8, tetapi dunia yang tercipta menghasilkan perang, membiarkan kelaparan, menyebabkan perpecahan sosial di dunia, kerusakan lingkungan, dan menciptakan hambatan bagi arus masuk imigran dari negara berkembang.

Pesan tersebut gamblang dan disuarakan dengan amat nyaring. Apakah G-8 mendengar dan punya jawaban?

Di bawah tekanan protes berbagai aktivis dunia, bisa saja pemimpin G-8 tampil simpatik. Namun, yang lebih penting lagi, apakah dalam komunike bersama dan kebijakan selanjutnya ada langkah nyata untuk membuat dunia lebih baik. Kalau itu tidak terjadi, kita bisa berharap, tahun depan KTT G-8 akan dikepung demo dengan ukuran lebih besar lagi.

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: