Eks Pejabat di Bisnis Berisiko; Mantan Menlu AS Madeleine Albright Punya Perusahaan Pialang Tersendiri

Senin, 11 Juni 2007

kompas-cetak133

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0706/11/ln/3590793.htm

Washington, Minggu – Mantan para petinggi AS, PBB, dan Spanyol kini memiliki bisnis atau setidaknya ditunjuk sebagai komisaris. Mereka terjun di bisnis yang disebut hedge fund, bisnis yang oleh G-8 dinilai paling berisiko dan bisa mengakibatkan gejolak besar pada bursa saham, komoditas, dan mata uang dunia.

Hegde fund adalah julukan bagi sekumpulan dana milik sekumpulan orang, biasanya perusahaan besar atau individu kaya. Dana itu dipercayakan ke seorang manajer untuk mengelolanya, yang disebut sebagai fund manager.

Persoalannya, dana itu memasuki transaksi bisnis yang berisiko, tidak saja mengambil untung dari gelombang naik turunnya harga harga, tetapi juga bertindak sangat spekulatif dan dalam waktu cepat serta memosisikan diri pada risiko besar.

Bank sentral dari bank sentral dunia, Bank for International Settlement (BIS), bermarkas di Basel, Swiss, menjelang pertemuan G-8, pekan lalu, sudah mengingatkan agar hegde fund ditertibkan. Alasannya, bisnis hedge fund itu sangat berisiko dan berpotensi besar menggoyang pasar uang dan saham global. Gejolak itu juga sangat rawan terhadap kepentingan negara berkembang.

Para pejabat yang terjun di bidang itu antara lain tiga mantan menteri keuangan AS, mantan Menlu AS Madeleine Albright, seorang mantan Dubes AS di PBB, dan mantan Perdana Menteri Spanyol Jose Maria.

Mantan petinggi G-8
Semua mereka itu direkrut perusahaan hedge fund sejak meninggalkan pemerintahan. Di antaranya mereka yang direktur adalah para mantan petinggi kelompok G-8. Albright malah membuka bisnis hedge fund sendiri bernama Albright Capital Management.

Penunjukan para mantan eksekutif pemerintahan itu dilakukan untuk mencegah hedge fund dari sasaran penertiban, yang sudah mulai diusulkan Kongres AS. Hedges fund telah dituntut untuk lebih teratur agar tak menyebabkan gejolak pada keuangan dunia.

Para eksekutif itu juga akan dipasang sebagai tameng menghadapi otoritas agar perusahaan tidak diberangus. Selain punya kemampuan profesional, para mantan eksekutif ini punya koneksi politik kuat dan itu penting sebagai tameng perusahaan.

John Snow, salah satu menteri keuangan di bawah pemerintahan George W Bush, telah diangkat sebagai Ketua Cerberus Capital Management (CCM) pada Oktober 2006. Snow bergabung ke perusahaan yang juga sudah ditempati mantan Wapres AS Dan Quayle (wakilnya George Bush senior).

The DE Shaw and Co juga sudah menyewa mantan Menkeu Lawrence Summers. Pendahulu Summers, yakni Paul O’Neill, kini disewa Blackstone Group. Blackstone juga sudah mengangkat mantan PM Kanada Brian Mulroney sebagai direktur.
Centaurus Capital—berbasis di London, Inggris—telah membajak mantan PM Spanyol Jose Maria Aznar dan mantan Menkeu Inggris Ken Clarke.

“Kehadiran mereka akan bermanfaat bagi kami,” kata Ketua Centaurus Bernard Oppetit, Minggu (10/6).
Mantan Dubes AS di PBB, Richard Holbrooke, kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Perseus, salah satu hedge fund.
Mantan Presiden AS George Bush dan mantan PM Inggris John Major kini bekerja di Carlyle Group.
Pertemuan G-8 pekan lalu gagal bersepakat soal penertiban hedge fund. (AFP/MON)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: