Afrika; G-8 Berjanji Palsu

Selasa, 11 Juli 2006

kompas-cetak122

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0607/11/ln/2797639.htm

dakar, senin – Lebih dari 600 juta penduduk termiskin di dunia tinggal di Afrika. Penduduk miskin di Afrika terpaksa tinggal di permukiman kumuh kota atau tinggal di desa-desa terpencil dengan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang sangat minim. Berbeda dengan negara-negara lain di dunia, masalah kemiskinan di Afrika tetap bertambah parah setiap tahun.

Padahal negara-negara anggota G-8 tahun lalu berjanji akan meningkatkan bantuan rutin keuangan pada tahun 2010 hingga 50 miliar dollar AS, separuh dialokasikan untuk Afrika.

“Hal terbaik yang seharusnya dilakukan negara-negara di Barat untuk Afrika adalah tidak berbuat apa-apa. Lebih baik begitu. Memberi bantuan uang kepada diktator Afrika tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah kemiskinan Afrika. Demokrasi di Afrika juga terhenti akibat berbagai bantuan yang masuk karena para pemimpin kemudian hanya memikirkan kepentingan donatur dan bukan kepentingan rakyat,” kata penulis dan penyiar radio asal Uganda, Andrew Mwenda, Senin (10/7).

Hal senada diutarakan George Ayittey, ekonom asal Ghana. Ia menegaskan, para pemimpin Afrika juga harus segera menangani masalah korupsi dan mengurangi pengeluaran untuk membeli persenjataan. Selain itu, Afrika juga diminta untuk mulai mengurangi impor bahan makanan. “Masalah di Afrika itu bukan karena sumber daya yang kurang, tetapi lebih karena minimnya demokrasi dan good governance,” ujarnya.

Bahkan Ayittey menilai sebenarnya Afrika tidak membutuhkan bantuan karena memiliki kemampuan untuk memproduksi kebutuhannya sendiri. Namun, ini bukan berarti negara-negara lain tidak perlu membantu rakyat Afrika, tetapi lebih pada membantu dengan cara yang membangun. Oleh karena itu, para pemimpin Afrika diminta untuk segera mempraktikkan demokrasi dan membersihkan diri dari korupsi. Namun, hingga kini korupsi para pemimpin Afrika masih merajalela.

Untuk mendesak para pemimpin di Afrika, Januari lalu Inggris menghentikan seluruh bantuan keuangan untuk pemerintah Etiopia dan mengalihkan bantuan sebesar 87 juta dollar AS untuk lembaga kemanusiaan atau pemerintah lokal. Kelompok D-8 juga, Juni lalu, pernah mengancam Nigeria yang jajaran pemerintahannya terkenal korupsi dengan memasukkan Nigeria ke dalam “daftar hitam keuangan.”

Bantuan membangun
Laporan Komisi untuk Afrika menyebutkan kemiskinan di Afrika semakin parah meski selama bertahun-tahun mendapat bantuan keuangan. Karena itu, rekomendasinya adalah bagaimana caranya memberikan bantuan yang lebih efektif dan lebih membangun. Untuk itu, bantuan uang harus dipastikan tidak bermuatan kepentingan politik atau ekonomi pihak-pihak tertentu. Akan lebih baik jika bantuan itu bisa dikoordinasikan bersama dengan lembaga kemanusiaan.

Namun, sebelum melakukan itu semua Wakil Kepala Institut Masalah Internasional Afrika Selatan Moeletsi Mbeki menegaskan, Komisi untuk Afrika harus bisa mendesak para pemimpin di Afrika untuk memerangi korupsi dan bersikap lebih responsif pada rakyat. “Elite pemerintah banyak yang egois. Sebaiknya bantuan tidak diberikan melalui pemerintah, tetapi langsung ke rakyat. Lembaga kemanusiaan dan swasta lain justru lebih peduli daripada pemerintah. Bantuan asing tetaplah penting, tetapi harus benar-benar ditujukan untuk membangun Afrika,” ujarnya.

Para pengamat menyebutkan berbagai lembaga keuangan Barat memberikan berbagai bantuan ketika masa-masa Perang Dingin untuk menyuap para pemimpin Afrika. Tujuannya agar Afrika tidak berpihak kepada Soviet. Kebiasaan “menyogok” ini yang dinilai berlanjut hingga kini.

Agar tidak dikorupsi, Perdana Menteri Inggris Tony Blair, 26 Juni lalu, menunjuk Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan untuk memimpin tim pemantau bantuan untuk Afrika dengan nama Panel Perkembangan Afrika dan akan dibiayai Bill Gates. Blair mengaku komitmen G-8 membantu Afrika belum tercapai.

“Saya akan mendesak para pemimpin di G-8 untuk tetap menepati komitmen mereka untuk Afrika,” kata Blair. (AP/LUK)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: