Perpres Pasar Memancing Keresahan

Sabtu, 12 Januari 2008

kompas-cetak102

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0801/12/ekonomi/4160903.htm

Jakarta, Kompas – Terbitnya peraturan presiden atau perpres untuk menyelesaikan konflik kepentingan pasar modern dan pasar tradisional dikhawatirkan membuka peluang bagi semakin terpinggirkannya pasar tradisional. Hal itu di antaranya terlihat dari tidak adanya sanksi bagi pasar modern yang melanggar ketentuan zonasi.

Ini dikemukakan Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Setyo Edi dalam pertemuan aliansi sembilan asosiasi pemasok di Jakarta, Jumat (11/1).

Berdasarkan ketentuan perpres, lokasi pusat perbelanjaan, baik modern, toko modern, maupun pasar tradisional, harus sesuai rencana tata ruang wilayah (RTRW) kabupaten dan kota. Tidak ada ketentuan sanksi jika pendirian pasar modern melanggar zonasi dan mengganggu pertumbuhan pasar tradisional.
“Aturan dengan sanksi yang tidak tegas rawan pelanggaran zonasi,” kata Setyo.

Berdasarkan penelusuran APPSI di Jakarta, sedikitnya 28 pasar atau toko modern melanggar zonasi peruntukan kawasan. Lokasi pasar modern menyalahi ketentuan radius minimal 2,5 kilometer dari pasar tradisional.

Juru bicara Aliansi 9 Asosiasi Pemasok, Putri K Wardani, mengharapkan pemerintah segera menerbitkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dari perpres tersebut untuk memberikan kepastian bagi pelaku pasar. Ketentuan lainnya, biaya pendaftaran pemasok menengah atau besar ke toko modern diserahkan pada mekanisme negosiasi.

Peremajaan pasar
Setyo mengatakan, ketentuan dana peremajaan pasar tradisional yang mengandalkan keuangan pemerintah daerah tidak akan berjalan efektif. Penyebabnya, pemerintah kerap terbentur dana pemberdayaan pasar tradisional.

Perpres Nomor 112 Tahun 2007 mengatur bahwa pusat perbelanjaan dan toko modern harus berperan dalam pembinaan pasar tradisional. (lkt)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: