Konsumtivisme; Jangan Mabuk di Mal

Minggu, 30 Desember 2007

kompas-cetak113

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0712/30/UTAMA/4105315.htm

“Dashing through the mall…”. Tulisan itu terbaca pada kotak lampu neon di Senayan City, pusat perbelanjaan di Jakarta. Itu merupakan pelesetan dari lagu Jingle Bells: “Dashing through the snow…”.

Sepanjang bulan Desember ini orang bisa mendapatkan apa saja di mal. Semuanya dengan embel-embel Natal dan Tahun Baru. Ada salju-saljuan seperti negeri empat musim. Ada paduan suara yang mengumandangkan lagu Natal. Bahkan, penjual bakmi pun menggunakan asosiasi yang dekat-dekat dengan citra Natal. Ada paket Santa yang ternyata singkatan dari Santa Mantap.

Starbucks, warung kopi yang ada di berbagai negara itu, menawarkan Christmas Special Blend serta menu khusus lain yang hanya muncul pada bulan Desember dan rupanya diminati pengopi. Dari 1.350 gelas kopi yang dipesan suatu hari di pertengahan Desember, 360 gelas di antaranya adalah Peppermint Mocha Frappuccino dan sekitar 300 gelas Toffee Nut Lattee.

Dari bakmi dan kopi, mari kita meluncur ke arena belanja yang riuh dengan tawaran diskon dan obral. Tersebutlah Jingle Sales, Hot Sales, Year End Sales, Weekly Branded Sale Up to 20 % Off on New Arrivals, dan Sale Preview. Maaf, semua dalam bahasa Inggris. Tawaran tadi seperti bermuatan mantra yang mengundang impuls belanja.

Jingle Sales yang dipajang di Gaudi, ritel busana perempuan di The Plaza Semanggi, adalah pelesetan dari lagu Jingle Bells. Itu adalah lagu kegembiraan di musim dingin yang selalu terdengar pada hari sekitar Natal— termasuk di Indonesia yang tak kenal salju.

“Konsep Jingle Sales ini masih membawa semangat Natal dengan Jingle Bells-nya. Jadi, kesannya belanja yang ceria, senang, bahagia seperti ketika menyanyi lagu yang bersemangat,” tutur Rita Savitri, Manajer Operasi Gaudi, yang memiliki tujuh gerai di Jakarta dan Surabaya.

Diskon dan Midnight Sale
Semangat itu dipicu lewat diskon sampai 70 persen. Jurus diskon itu ampuh. Setidaknya, menurut Rita, pada momentum seperti Natal dan Tahun Baru pembeli bisa bisa bertambah empat kali lipat.

Obral sudah menjadi “ritual” akhir tahun kaum pedagang, termasuk Metro Department Store seluruh Jakarta yang menggelar program Year End Sale. Di sana terpampang tulisan mencolok Believe It or Not, percaya atau tidak. Pasalnya hampir seluruh item barang dijual dengan potongan separuh harga.

“Penawaran diskon 50 persen berlaku untuk semua produk, kecuali produk kosmetik dan parfum,” kata Anskarina Christin M, Manajer Promosi dan Periklanan PT Metropolitan Retailmart.

Eksklusif
Pengunjung juga ditarik berbelanja dengan mengeksklusifkan mereka. Sale Preview di Centro, The Plaza Semanggi, adalah bagian dari pengeksklusifan konsumen. Pasalnya, Sale Preview hanya berlaku untuk anggota, pemilik kartu khusus tersebut konon mencapai 100.000. Mereka bisa berbelanja sebelum hari H.

“Dengan belanja lebih awal, mereka dapat kesempatan untuk memperoleh barang yang bagus terlebih dahulu,” kata Yulianingsih, Deputy Store Manager Centro, Jumat (28/12).

Masih banyak lagi tawaran sale-sale seperti Year Ends Sales Surprises dengan iming-iming Shop and Win, berbelanja dan menang. Sale yang satu berbuntut hadiah sebuah mobil, melancong ke Eropa atau Bali. Itu bagi mereka yang berbelanja di atas Rp 500.000.

Jika Anda masuk Debenhams di Senayan City, Anda akan melihat orang menenteng tas belanjaan bertuliskan Christmas Gift: Shopping with Style. Itu terlihat pada pertengahan Desember lalu ketika Senayan City mengadakan Midnight Sale alias banting harga tengah malam. Seluruh gerai pemegang merek terkenal sampai rumah makan melayani pembeli yang akan menyerbu pusat belanja di tengah malam. Pusat belanja itu memperpanjang jam buka hingga pukul 24.00 dengan tawaran potong

Hujan yang turun sejak siang hingga malam pada pertengahan Desember lalu tak menghalangi orang untuk berbelanja. Kebanyakan pengunjung tertarik karena merek-merek yang ditawarkan terkenal sekaligus diskonnya yang menggiurkan. Pukul 23.30, Akuang (24) masih sibuk memilih kaus lengan panjang di Guess Boutique untuk pacarnya setelah membeli mobil mainan seharga Rp 300.000. “Dengar ada diskon, langsung ke sini deh. Tadi udah sempat beli mobil remote untuk hadiah natal adik,” ungkapnya.

Selepas rapat, karyawan perusahaan swasta, Ammy Astrilia (23) bersama pacarnya juga menyempatkan diri belanja. Ammy membeli sweater kesukaannya di Debenhams. “Harganya cuma dua ratus lima puluh ribu, dapat dua lagi,” kata Ammy girang.

Ada pula Andi (36) bersama istrinya yang menghabiskan Rp 3 juta untuk beberapa lembar seprai dan baju. “Alternatif belanja malam-malam seperti ini sih menguntungkan, selain ada diskon, kami juga leluasa karena jalanan tidak macet,” tuturnya.

Debenhams malam itu membuka tambahan kasir. “Pada hari biasa, kami cukup menyediakan sekitar dua puluh kasir. Khusus Midnight Sale ini, kami mengerahkan 45 kasir,” kata Manajer Pemasaran Debenhams Widiyana Sudirman.
Belanja tengah malam menjadi sensasi yang disukai orang. Summarecon Mal Serpong akan menyambut malam pergantian tahun dengan Midnite Shopping pada 31 Desember 2007.

Mabuk belanja
Kiat-kiat Desember itu terbukti mengundang orang untuk meluncur di mal, tempat belanja yang kini menjadi pusat hiburan. Tara Parker-Pope pernah menulis di harian Wall Street Journal mengutip hasil riset yang menyimpulkan bahwa “Shopping makes you feel good— belanja membuat kita merasa nyaman”. Aktivitas belanja mengaktifkan wilayah penting dalam otak yang menjadikan orang merasa nyaman bahkan bisa membuat sebagai shopping high, artinya kira-kira mabuk belanja.

Tara memberi catatan, memahami cara otak merespons perilaku belanja, itu bisa membantu seseorang untuk tahu diri saat berbelanja. Setidaknya mereka tidak mabuk di mal. (A01/A08/A11/A10/XAR)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: