Kelompok Pencinta Lingkungan “The Compact” Sukses Stop Konsumtif; Setahun Puasa Belanja, Andalkan Pemberian atau Saling Tukar

Kamis, 04 Jan 2007

jp7

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=264816

Lapar mata. Tindakan membeli barang bukan karena kebutuhan, melainkan karena dorongan nafsu belanja tersebut, banyak terjadi dalam kehidupan. Bagaimana kalau ada kelompok pencinta lingkungan yang menjalankan puasa belanja barang baru selama setahun? Itu ternyata tidak begitu berat.

Kelompok yang bermarkas di San Fransisco itu beranggota 10 orang. Karena mereka berasal dari kalangan menengah ke atas yang memasukkan kegiatan belanja sebagai rekreasi, puasa belanja barang baru selama setahun dirasakan sebagai tantangan. “Kami mengawalinya sebagai kegiatan iseng, tapi ternyata berkembang menjadi sesuatu yang serius,” ujar John Perry, yang bekerja di perusahaan teknologi di Silicon Valley.

Kesepuluh orang yang menamakan kelompoknya sebagai The Compact itu bertekad tidak membeli barang baru selama setahun, kecuali makanan, produk kebersihan diri seperti pasta gigi atau sabun, serta obat-obatan. Kalau membutuhkan sesuatu, mereka harus membeli barang bekas atau bertukar dengan teman.

Perry lalu membentuk grup melalui situs yahoo.com hingga mereka bisa punya jejaring yang lebih luas untuk bertukar info atau barang. Sekitar 3.000 orang tergabung dalam grup tersebut. “Ini merupakan bentuk kewaspadaan kita terhadap akibat budaya konsumtif, yang membuat kita kekurangan banyak sumber daya hingga membuat orang-orang di belahan dunia lain menderita,” tutur bapak dua anak itu.

Rachel Kesel yang menjadi anggota The Compact mengaku sering terkejut bahwa barang yang dibutuhkannya, ternyata, bisa diperoleh tanpa harus membeli. “Saat sadel sepeda saya hilang, ada teman yang memberi saya dengan gratis. Lalu, ketika laptop saya rusak, teknisi di tokonya mau memperbaiki dengan gratis,” tutur perempuan berusia 26 tahun itu. Dia menyebut kebetulan-kebetulan yang terjadi tersebut sebagai “Compact Karma”.

Namun, perempuan yang bekerja sebagai pengasuh anjing itu mengaku pernah gagal dua kali. Yaitu, ketika dia mencari buku panduan tentang wisata ke Israel serta cangkir kopi yang biasa dibawa bepergian rusak parah. “Saya sekarang sadar bahwa barang-barang yang semula saya kira dibutuhkan, ternyata, tidak sama sekali,” ujarnya.

Pengakuan yang sama diungkapkan Perry. “Sekarang saya bisa lebih menghargai semua barang-barang saya. Malah sekarang saya tidak perlu membeli sepatu baru sebelum rusak,” katanya. Merasa berhasil, Perry, Kesel, dan seorang rekan yang lain, Kate Boyd, 45, bertekad melanjutkan puasa mereka setahun lagi. (ap/any)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: