Warga Mulai Andalkan Kayu Bakar; Minyak Tanah Tetap Dipasok Saat Program Konversi Berlangsung

Senin, 03 September 2007

kompas-cetak50

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/03/jogja/1041895.htm

Magelang, Kompas – Kesulitan untuk mendapatkan minyak tanah kini mulai dirasakan sebagian warga Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Kondisi ini tak urung membuat mereka mengandalkan kayu bakar sebagai pengganti bahan bakar.

Asngadah, salah seorang warga Desa Pagersari, mengatakan bahwa sebelumnya kayu bakar sebenarnya hanya digunakan sesekali untuk menghemat pemakaian minyak tanah.

“Namun, karena minyak tanah sekarang sulit diperoleh, maka saat ini kami pun terpaksa terus-menerus memakai kayu bakar untuk kegiatan memasak sehari-hari,” ujarnya, Sabtu (1/9).

Asngadah mengatakan kayu bakar tersebut biasanya dibeli seharga Rp 7.000 per ikat. Satu ikat kayu dapat digunakan untuk memasak selama dua hari.

Selain itu, warga juga terkadang membeli sisa-sisa kayu yang dihasilkan dari industri pengolahan kayu di sekitar Kecamatan Mungkid seharga Rp 100.000 per mobil pikap. Satu mobil kayu diperkirakan bisa digunakan untuk kebutuhan sekitar sebulan.

Warga lainnya, Nurdiniyah, mengatakan bahwa kesulitan untuk mendapat minyak tanah ini sudah mulai dirasakan lebih dari seminggu. Untuk mendapat satu hingga dua liter minyak tanah saja, dia terkadang terpaksa harus berkeliling ke dua agen dan sembilan pengecer yang ada di Desa Pagersari.

“Namun, kalau toh tersedia, para agen dan pengecer itu biasanya mengatakan bahwa minyak tanah tersebut sudah dipesan sehingga tidak mungkin dijual kepada orang lain,” tutur Nurdiniyah.

Operasi pasar
Sementara itu, pasokan minyak tanah selama program konversi gas di Jawa Tengah berlangsung tak akan dikurangi ataupun ditarik. Terutama memasuki bulan puasa dan Lebaran nanti, minyak tanah akan tetap dipasok dan kalau perlu akan digelar operasi pasar untuk memenuhi permintaan minyak tanah yang melonjak selama masa itu.

Sebaliknya, penerapan konversi gas yang sekarang ini masih pada tahap sosialisasi di Kota Semarang itu akan dilakukan secara bertahap hingga masyarakat siap menggunakan gas elpiji.

General Manager Pemasaran Bahan Bakar Minyak Region IV PT Pertamina Endang Sri Siti Kusumo Hendariwati, usai mengikuti Musyawarah Cabang DPC Hiswana Migas Banyumas, di Hotel Dynasti, Purwokerto, Sabtu, mengatakan masyarakat akan tetap diberikan pilihan menggunakan gas atau minyak tanah. “Sesuai arahan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip, agar tetap ada pilihan bagi masyarakat, antara minyak tanah atau elpiji. Jadi, penerapan konversi gas di Jawa Tengah tak akan seperti di Jakarta,” ucapnya. (EGI/MDN)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: