Sebagian Anggaran 2007 yang Tak Terpakai Dialihkan

Selasa, 18 September 2007

kompas-cetak63

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/18/ekonomi/3854043.htm

Jakarta, Kompas – Pemerintah akan mengalihkan sebagian anggaran subsidi minyak tanah dan elpiji yang tidak terpakai pada tahun 2007 untuk penggunaan tahun 2008 karena kegagalan dalam memenuhi target konversi minyak tanah ke elpiji.

Oleh karena itu, anggaran subsidi BBM yang dikaitkan dengan konversi minyak tanah ke elpiji akan bertambah menjadi di atas 1 juta kiloliter pada tahun 2008.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu di Jakarta, Senin (17/9), mengatakan, target konversi minyak tanah ke elpiji pada 2007 adalah 1 juta kiloliter, tapi realisasinya diperkirakan hanya mencapai 320.000 kiloliter.

Rendahnya realisasi itu disebabkan keterlambatan awal waktu penyelenggaraan konversi. Program ini baru dimulai Mei 2007 dan hanya terbatas di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

“Seharusnya dimulai di Januari. Kami sudah terlambat 6 bulan untuk mendistribusikannya,” katanya.
Pertamina sebagai pelaksana program konversi menargetkan bisa mengganti 319.000 kiloliter minyak tanah dengan elpiji.
Jika target itu dicapai, pemerintah bisa menghemat subsidi BBM senilai Rp 745 miliar. Sampai akhir tahun ini, pelaksanaan konversi diharapkan bisa menjangkau seluruh wilayah Jawa.

Usulan baru
Pemerintah mengajukan alokasi subsidi BBM dan elpiji Rp 45,81 triliun dalam Rancangan APBN 2008. Pengurangan subsidi BBM diharapkan bisa dilakukan dengan program konversi minyak tanah ke elpiji.

Dirjen Migas Luluk Sumiarso dalam rapat kerja dengan DPR menyebutkan, total volume BBM yang diajukan adalah 35,836 juta kiloliter dengan nilai subsidi Rp 42,085 triliun.

Pemerintah berupaya menekan subsidi BBM dengan mengurangi volume minyak tanah dari 9 juta kiloliter menjadi 7,886 juta kiloliter. Untuk menggantikan 2 juta kiloliter minyak tanah, pemerintah menargetkan mendistribusikan 1,14 juta ton elpiji tahun depan.

Angka itu melonjak jauh dibandingkan realisasi tahun ini yang diperkirakan hanya 64.000 ton. Subsidi elpiji tahun depan dianggarkan Rp 3,8 triliun.
Sebelumnya, pemerintah menargetkan subsidi BBM tahun 2008 bisa ditekan ke kisaran Rp 39 triliun-Rp 49 triliun.

Pemerintah menyiapkan dua asumsi subsidi BBM tahun depan, yaitu Rp 39,455 triliun untuk harga minyak 57 dollar AS per barrel dan Rp 49,852 triliun untuk harga minyak 60 dollar AS per barrel.

Asumsi itu menggunakan volume BBM 36,568 juta kiloliter. Bandingkan dengan asumsi subsidi BBM tahun ini Rp 61,8 triliun untuk volume BBM 37,9 juta kiloliter. (Kompas, 20/6)

Selain merevisi angka subsidi BBM, pemerintah juga mengkaji penurunan target lifting minyak dari 1,034 juta barrel per hari menjadi 1 juta barrel per hari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, dalam Rakor Bidang Ekuin telah disampaikan tentang pertimbangan menjaga keberlanjutan produksi minyak.

Purnomo menyebutkan, peningkatan produksi kemungkinan baru bisa dicapai pada semester II-2008 setelah masuknya sejumlah proyek besar, seperti Blok Cepu dan penambahan minyak dari lapangan Chevron Pacific Indonesia. (DOT/OIN)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: