Puluhan SPBU DIY dan Jateng Diaudit; Ada Indikasi Beberapa Pompa Bensin Curang

Senin, 10 September 2007

kompas-cetak58

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/10/jogja/1042183.htm

Yogyakarta, Kompas – Untuk mencegah kecurangan dan pelayanan yang buruk dalam penjualan bahan bakar minyak jenis premium dan solar, 87 stasiun pengisian bahan bakar untuk umum di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah mendapat pengujian kinerja dari Bureau Veritas Indonesia. Sampai sekarang baru 25 SPBU yang dinyatakan layak mendapat sertifikasi dari BVI tersebut.

Manajer Umum Pemasaran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Wilayah IV DIY dan Jateng PT Pertamina Endang SSKH, saat acara Festival Pertamina untuk Pelanggan pada perayaan Hari Ulang Tahun Ke-50 Pertamina di Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta, Minggu (9/9), menuturkan, program penilaian kinerja SPBU itu dilakukan oleh auditor independen yang ada pada BVI.

Endang menyatakan, untuk dua wilayah provinsi ini, kegiatan yang dinamakan program Pertamina Way ini dilakukan sejak awal 2007. Program ini pertama kali diluncurkan di Jakarta mulai 2006. Saat ini di Indonesia sudah ada 161 SPBU yang bersertifikasi dari BVI. Program ini bagian dari proses transformasi yang dilakukan Pertamina untuk menjadi perusahaan kelas dunia. Program ini berslogan “pasti pas”, yakni menekankan pada pas kualitasnya, ukurannya, dan pelayanan. SPBU yang lolos dari program audit ini, selain dipastikan tidak melakukan kecurangan, juga memberikan pelayanan yang prima sesuai dengan berbagai fasilitas yang dimiliki masing-masing tempat pengisian BBM tersebut.

Sertifikasi
SPBU yang belum mendapat sertifikasi diminta terus meningkatkan pelayanan. Tetapi, bagi SPBU yang sudah mendapat sertifikasi juga tidak bisa berpangku tangan karena evaluasi terhadap kualitas pelayanan dilakukan secara rutin sehingga bisa saja sertifikasi tersebut dicabut apabila mengalami penurunan. Pertamina bahkan memberikan saluran telepon khusus, yakni 0800-100-400 atau Pertamina Call Center di 021 79173000 atau 71113000 atau e-mail ke Pertaminacallcenter@pertamina.com kepada pelanggan yang dirugikan dalam pelayanan SPBU tersebut.

Menurut Endang, keberadaan pelanggan Pertamina sangat penting untuk tetap mempertahankan perusahaan ini menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Itu sebabnya, pelayanan yang baik terhadap pelanggan menjadi faktor utama dalam perubahan kinerja Pertamina.

Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta Nanang Ismuhartoyo menyatakan, meskipun belum ada pengaduan resmi, dari beberapa telepon yang masuk ke lembaga ini, yang banyak dikeluhkan selain soal buruknya kualitas meteran seperti perputaran angka yang meloncat-loncat juga ada dugaan penggunaan BBM campuran di SPBU sehingga menyebabkan kendaraan mereka rusak.

Nanang mengemukakan, akibat buruknya pelayanan seperti itu, masyarakat sebenarnya sudah memberi cap atau menandai SPBU yang demikian. Melihat kenyataan tersebut, SPBU yang berada di bawah naungan Pertamina harus jelas. Sebab, sekarang ini ada juga yang milik swasta.

Balai Metrologi pada dinas perdagangan setempat, ujar Nanang, juga bertanggung jawab mengontrol secara ketat penggunaan meteran pada SPBU-SPBU itu. (FUL)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: