Pogram Konversi; Sleman Prioritaskan Masyarakat Perkotaan

Senin, 10 September 2007

kompas-cetak59

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/10/jogja/1042185.htm

SLEMAN, KOMPAS – Menjelang pelaksanaan program konversi minyak tanah ke gas elpiji di DI Yogyakarta yang direncanakan Pertamina bisa berlangsung Oktober, Pemerintah Kabupaten Sleman akan memprioritaskan masyarakat perkotaan sebagai sasaran utama kegiatan tersebut.

Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan karakteristik masyarakat di wilayah perkotaan yang sudah relatif lebih mengenal gas elpiji dibandingkan dengan masyarakat pedesaan. “Penggunaan minyak tanah sudah puluhan tahun menjadi budaya masyarakat, terlebih di pedesaan. Akan sangat sulit mengubah kebiasaan masyarakat di pedesaan itu,” kata Bupati Sleman Ibnu Subiyanto, Minggu (9/9).

Konversi minyak tanah ke gas elpiji yang terlalu cepat dijalankan di pedesaan dikhawatirkan juga akan menimbulkan berbagai persoalan. Pasalnya, penggunaan minyak tanah di pedesaan tak hanya untuk kebutuhan memasak saja, namun juga banyak dipakai sebagai sumber penerangan di daerah-daerah yang belum terjangkau aliran listrik. “Saya berharap daerah pedesaan jangan dulu diberlakukan konversi,” ungkapnya.

Karena itu, pada tahap awal program konversi di Sleman akan diprioritaskan bagi masyarakat di wilayah perkotaan. Selain konsumsi minyak tanah masyarakat perkotaan yang lebih besar dibandingkan konsumsi di pedesaan, masyarakat perkotaan relatif lebih mudah diperkenalkan dengan bentuk-bentuk teknologi lain.
Ibnu berharap ada ketercukupan waktu dalam proses pelaksanaan konversi. Menurut dia, sulit untuk menuntaskan program konversi ini pada Oktober. Proses sosialisasi pada masyarakat diperkirakan membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Selama proses konversi berlangsung ia juga mengimbau agar suplai minyak tanah ke pangkalan-pangkalan minyak tetap berjalan. Keluarga miskin

Pekan lalu Manajer Gas Domestik Wilayah III PT Pertamina yang membawahi Jawa Tengah dan DIY Kusnindar menyampaikan, 320.000 paket konversi berisi satu tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram, satu kompor gas, dan alat regulator mulai dibagikan kepada keluarga miskin (gakin) di seluruh DIY pada Oktober. Sleman mendapat giliran pertama dengan sasaran 108.501 gakin.

Untuk teknis pelaksanaan program konversi tersebut, Ibnu menjelaskan belum dilakukan koordinasi lanjutan dengan Pertamina dan pihak-pihak terkait. Penentuan gakin juga belum dilaksanakan.

Mengenai kekhawatiran para perajin kompor minyak di Sleman dengan diberlakukannya program konversi, Pemkab Sleman memfasilitasi pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas perajin, terlebih dalam membuat kompor gas yang masih baru bagi mereka. (DYA)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: