Perlu Sanksi Tegas

Kamis, 10 Mei 2007

jp6

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=284640

Perpres Pasar Modern segera diterbitkan bulan ini. Berbagai pro dan kontra terus menyertai. Berikut wawancara dengan anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syamsul Maarif.

Pandangan KPPU tentang Perpres Pasar Modern?
Itu baik, karena memang perlu pengaturan untuk menghindari dominasi satu pihak terhadap pihak lain. Sebagai pengawas persaingan usaha, kita jelas memberikan perhatian lebih dalam persaingan yang adil dan sehat. Dalam perpres itu harus tercipta perlindungan yang adil baik bagi investor maupun bagi pedagang kecil. Namun, sudah pasti kita berpihak kepada pedagang kecil.

Konsep keberpihakan seperti apa?
Keberpihakan itu dapat berupa pengaturan agar trading term tidak menyulitkan pedagang kecil. Seiring tumbuhnya ritel modern, selain membawa dampak positif juga menyebabkan dampak sosial ekonomi yang cukup besar. Sebab, pertumbuhan ritel selalu disertai tersingkirnya market tradisional yang umumnya merupakan usaha kecil.

Perpres itu belum memuat sanksi yang tegas?
Itu yang perlu ditegaskan, sanksinya apa dalam pengaturan-pengaturan itu. Saya melihat sanksinya belum tegas. Perpres itu perlu disertai sanksi-sanksi yang harus dipatuhi kedua belah pihak. Jika ada yang melanggar, sanksinya apa? Tapi sempat memang diarahkan agar jika ada persoalan atau pelanggaran, dibawa ke KPPU saja. Intinya harus ada yang mengawasi itu.

Apa perlu dibentuk UU Ritel?
Kalau saya menilai cukup Perpres dulu. Baru nanti kalau dirasa dengan Perpres belum berhasil, perlu dibuat UU Ritel. Seperti halnya Thailand yang sudah cukup berhasil membangun industri ritel dan tradisionalnya dengan UU itu. Tapi, membuat UU itu butuh waktu lama. Kalau memang dengan Perpres sudah bisa mengatur, tidak perlu bikin UU yang lebih rumit.

Tentang pengaturan zonasi, apa perlu?
Itu perlu, tapi harus disertai klasifikasi yang jelas. Kalau memang ritel modern harus berada di luar kota, harus menjual barang grosir supaya tidak mengganggu pasar tradisional. Kalau memang pedagang whole seller, ya harus jual grosir. Tapi kalau pedagang ritel, boleh jual ritel. Jangan pedagang whole seller jual secara ritel, sehingga harganya menjadi lebih murah dibanding lainnya. (wir)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: