Perlu Perbaikan pada Pasar Tradisional; Carrefour Harus Segera Bayar Denda Rp 1,5 Miliar

Sabtu, 14 April 2007

kompas-cetak91

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0704/14/ekonomi/3456464.htm

Jakarta, Kompas – Perbaikan kondisi fisik dan manajemen pasar tradisional kian mendesak dilakukan agar dapat bertahan hidup dan mampu bersaing secara sehat dengan ritel modern. Sertifikasi bagi pengelola pasar dipandang perlu untuk mendorong perbaikan manajemen pasar tradisional tersebut.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Setyo Edy menyampaikan pandangan tersebut, Jumat (13/4) di Jakarta.

“Pasar tradisional memerlukan pola hidup berdampingan dengan ritel modern yang ditentukan dengan zonasi. Harus ada juga perbaikan pengelolaan agar pasar tradisional tidak makin surut. Untuk mendorong perbaikan manajemen pasar, APPSI meminta adanya sertifikasi bagi pengelola pasar,” ujar Setyo.
Pengelolaan pasar umumnya ditangani oleh badan usaha milik daerah seperti PD Pasar Jaya di DKI Jakarta serta PD Pasar Surya di Jawa Timur.
Di sejumlah daerah, pengelolaan pasar juga ditangani Dinas Pasar atau dibina Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

Menurut Setyo, sertifikasi seharusnya diberikan pada unit pengelola masing-masing pasar. Sertifikasi menyaratkan adanya standar tata pengelolaan pasar.

“Supaya jelas bagaimana kemampuan yang harus dipunyai pengelola pasar, misalnya dalam penataan (area), fasilitas, dan menangani preman,” ujar Setyo.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Ardiansyah Parman mengatakan, sertifikasi bagi pengelola pasar memang dirasakan perlu di masa mendatang.

“Tetapi sekarang ini kita perlu perbaiki dulu fisik pasar tradisional, perlu dicari jalan keluar buat pedagang kaki lima (yang menutup akses masuk ke pasar tradisional), sekaligus menangani masalah pembiayaan pengembangan pasar,” tutur Ardiansyah.

Perkara Carrefour
Sementara itu, Mahkamah Agung dalam amar putusannya menguatkan putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terhadap perkara PT Carrefour Indonesia yang didenda Rp 1,5 miliar.

Putusan ini juga menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Atas putusan MA, KPPU akan segera mengajukan permohonan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk segera mengeluarkan pemberitahuan kasasi atau relaas kepada Carrefour, agar eksekusi hukuman dapat segera dilakukan,” kata Ketua KPPU Mohammad Iqbal.

Putusan MA nomor 01 K/KPPU/2006 itu, sebetulnya telah ditetapkan 18 Januari 2007. Namun, proses persiapan KPPU dalam mengajukan pemberitahuan kasasi kepada PN Jakarta Selatan baru dilakukan awal April lalu.

Dalam pertimbangannya, MA memutuskan Carrefour telah menghalangi pesaingnya dalam kegiatan usaha, yakni dengan memberlakukan persyaratan minus margin.

Akibatnya, salah satu pemasok hipermarket itu menghentikan suplainya kepada pesaing Carrefour yang menjual produk sejenis dengan harga lebih murah dibandingkan harga jual di gerai Carrefour.

Menurut anggota KPPU Tadjuddin Noor Said, PT Carrefour Indonesia selanjutnya diperintahkan untuk menghentikan pengenaan persyaratan minus margin kepada pemasok dan membayar denda Rp 1,5 miliar kepada kas negara sebagai setoran penerimaan negara bukan pajak.

Carrefour juga dihukum untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp 500.000. Ketika dikonfirmasi, Corporate Affairs Director PT Carrefour Irawan D Kadarman mengaku belum mengetahui hasil putusan MA. Pihaknya masih menunggu putusan MA melalui PN Jakarta Selatan. (OSA/DAY)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: