Perdagangan; Aturan Pasar Modern Harus Dipercepat

Senin, 23 April 2007

kompas-cetak100

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0704/23/ekonomi/3473043.htm

Jakarta, Kompas – Aturan hukum keberadaan pasar ritel modern perlu dipercepat. Akibat proses pengkajian yang berlarut- larut, pemasok yang selama ini memperdagangkan barang dagangannya melalui peritel modern dikhawatirkan semakin terjepit oleh aturan syarat perdagangan (trading term).
Di sisi lain, peritel berskala kecil di pasar tradisional juga semakin terimpit karena keberadaan peritel besar “dibiarkan” tumbuh berdekatan dengan pasar tradisional. Kondisi itu diperparah lagi dengan kurangnya komitmen pemerintah dalam memerhatikan kondisi fisik pasar tradisional yang hampir 30 tahun tidak pernah dibenahi.

Pokok permasalahan trading term dan zonasi diungkapkan oleh sejumlah perwakilan asosiasi di hadapan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris di Departemen Perindustrian, Jumat (20/4). Umumnya, asosiasi berharap peraturan presiden dapat segera dikeluarkan untuk menghentikan perizinan pasar modern dan menyelesaikan permasalahan itu.

Terus terancam
Susanto, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia, mengatakan, pemasok sebetulnya merupakan pelaku usaha yang paling senang jika pasar modern terus bertumbuh. Namun, apa jadinya jika pemasok terus merasa diancam, ditekan, bahkan diusir keberadaannya dengan dasar aturan tentang syarat perdagangan tersebut.

“Tahun 2004 sebuah hipermarket menerapkan listing fee (biaya pendaftaran) kepada pemasok masing-masing sebesar Rp 1 juta. Sewaktu buka pertama kali saja, hipermarket itu sudah memperoleh Rp 40 miliar. Dari total pendapatan itu, pendapatan dari listing fee sudah mencapai Rp 25 miliar,” kata Susanto.

Persyaratan perdagangan yang dirasakan memberatkan itu juga dialami oleh anggota Persatuan Kosmetik Indonesia dan Asosiasi Pengolah Daging Indonesia. Mereka berharap pemerintah mempercepat aturan tentang syarat perdagangan tersebut.

Industri hanya bisa maju jika pasar sebagai tempat memasarkan hasil produksi diperhatikan pemerintah. Sementara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia lebih menekankan pembenahan pasar tradisional secepatnya. (osa)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: