Pengecer Belum Tahu Konversi; Warga Masih Butuh Minyak Tanah

Senin, 27 Agustus 2007

kompas-cetak34

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/27/jogja/1041589.htm

Magelang, Kompas – Kalangan pengecer minyak tanah di Magelang, Jawa Tengah, mengaku belum mendapatkan penjelasan soal konversi minyak tanah ke gas elpiji. Namun, melihat kondisi di daerah lain, mereka pun khawatir jatah pasokan minyak tanahnya dikurangi.

“Kalau nantinya pasokan dikurangi, lalu bagaimana kami bisa melayani pelanggan? Sebab, selama ini jatah minyak tanah yang kami dapatkan pun masih kurang dan belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar,” ujar Eka, salah seorang pengecer di Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Minggu (26/8).

Setiap minggu, Eka mendapatkan jatah dua drum minyak, dengan isi masing-masing 200 liter. Melihat kondisi permintaan konsumen, dibutuhkan setidaknya tambahan dua drum lagi. Namun, permintaan untuk menambah satu drum saja sebelumnya sempat ditolak oleh agen pemasok.

Dalam keseharian, Eka menerangkan, jumlah konsumen terbesar berasal dari pedagang pengecer lain. Untuk satu pengecer saja, jumlah pembelian mencapai lebih dari 20 liter. Kondisi ini, menurut dia, kerap membuat pembeli dari kalangan ibu rumah tangga kecewa karena kehabisan minyak tanah.

Supeno, pengecer lainnya, mengatakan bahwa kurangnya jatah pasokan yang didapatkan membuat dia terpaksa harus menambah dengan membeli minyak tanah dari pengecer lain.

“Setiap minggu, saya bisa membeli tambahan minyak tanah 50 hingga 100 liter,” tuturnya. Sebelum harga bahan bakar minyak (BBM) naik dan harga minyak tanah belum mencapai Rp 2.400 per liter seperti sekarang, dia pun sempat menambah pasokan hingga dua drum.

Keterlaluan
Supeno mendapatkan jatah satu drum minyak tanah per minggu. Senada dengan Eka, keinginannya untuk menambah jatah pasokan minyak tanah tidak dipenuhi oleh agen. Supeno menilai, kebijakan pemerintah untuk mengganti minyak tanah ke gas elpiji dirasakan keterlaluan. Pasalnya, sejak harga BBM naik, konsumen pun kini mulai mengurangi jumlah pembelian minyak tanah.

“Untuk kebutuhan selama satu minggu, tetangga saya yang biasa membeli lima liter, sekarang saja hanya membeli dua liter minyak tanah saja,” ungkap warga Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, ini. (EGI)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: