Penarikan Minyak Tanah Sesudah Lebaran; Konversi Perlu Jadwal Ulang

Jumat, 24 Agustus 2007

kompas-cetak30

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/24/jogja/1041495.htm

SEMARANG, KOMPAS – PT Pertamina perlu menjadwal ulang pelaksanaan konversi minyak tanah menjadi gas elpiji di Kota Semarang, paling tidak selepas Lebaran. Hal ini disebabkan menjelang puasa dan Lebaran akan ada peningkatan kebutuhan bahan bakar dan masyarakat juga mulai terbebani peningkatan harga kebutuhan pokok.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang Ngargono, Kamis (23/8), mengatakan apabila konversi elpiji dengan pembagian tabung dan kompor gas tetap dipaksakan pada 27 Agustus, gesekan di masyarakat akan lebih besar karena mereka sudah mulai tertekan dengan peningkatan harga kebutuhan pokok.

“Apalagi, harga-harga ini diperkirakan masih bisa naik hingga Lebaran. Paling tepat apabila survei dan sosialisasi terus jalan, tetapi pembagian kompor dan tabung selepas Lebaran,” ujar Ngargono. PT Geo Sarana Guna Semarang menargetkan survei dimulai hari ini dan pada 27 Agustus sudah ada pembagian tabung serta kompor gas kepada masyarakat.

Pada 12 September, mereka menargetkan pembagian 50.000 tabung di empat kecamatan (belum termasuk Kecamatan Semarang Utara), sudah selesai. Ngargono mengatakan, pengunduran rentang pembagian dan konversi akan membuat persiapan dan data survei lebih matang. Penundaan ini hanya dilakukan untuk pembagian saja, tetapi survei, sosialisasi, dan validasi data harus tetap dilakukan.

Jadwal yang terlalu singkat tersebut dinilai Ngargono menimbulkan kesan mengejar target pembagian semata, tanpa memperhitungkan kondisi sosial di masyarakat. Belum koordinasi Di tempat terpisah, Camat Semarang Barat Budi Tjahjanto dan Semarang Utara Surachman mengaku belum mendapatkan koordinasi dan sosialisasi memadai dari PT Pertamina sehingga mereka berharap ada waktu lebih sebelum tabung dibagikan. Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip mengatakan sosialisasi dan survei bisa terus berjalan, tetapi penarikan minyak tanah harus menunggu hingga selesai Lebaran agar tidak terjadi kelangkaan minyak tanah. (GAL)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: