Pembagian Tabung Gas Harus Dihentikan; Penerima Sudah Punya Kompor

Jumat, 07 September 2007

kompas-cetak55

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/07/jogja/1042102.htm

Semarang, Kompas – Sebagian penerima tabung dan kompor gas ukuran tiga kilogram gratis di Kelurahan Lempongsari, Gajahmungkur, Semarang, ketahuan sudah memiliki kompor gas. Hal ini melanggar ketentuan dan dapat menyebabkan tujuan pembagian tabung untuk konversi minyak tanah menjadi tak maksimal.

Warga Kelurahan Lempongsari Kusbandijah (69), Kamis (6/9), mengaku sudah mendapat tabung dan kompor gas Rabu sore. Kompor gas tersebut belum digunakannya karena dia masih menggunakan kompor gas dengan tabung ukuran 12 kilogram.

Pembagian ini tak sesuai dengan aturan yang menetapkan penerima merupakan warga yang memiliki kartu keluarga setempat, penghasilan kurang dari Rp 1,5 juta, dan belum memiliki kompor elpiji. “Saya sudah punya tabung gas, tetapi petugas yang datang tidak menanyakan apakah saya sudah punya atau tidak. Kalau memang mau diambil tidak masalah,” ujarnya.

Warga lainnya, Ny Kusyono (67), juga mendapatkan tabung ukuran tiga kilogram. Tabung ini baru akan digunakan jika gas elpiji tabung 12 kilogram miliknya sudah habis. Menurut dia, tetangganya juga cukup banyak yang sudah memiliki kompor gas, tetapi tetap mendapatkan pembagian tabung.

“Malah di daerah saya ada satu rumah yang mendapat empat tabung dan kompor karena memiliki empat kartu keluarga,” ujar Andi (35), warga lainnya. Validasi
Ketua Tim Konsultan dari PT Geo Sarana Guna Semarang Bagus Priyatno saat dikonfirmasi mengatakan, hal tersebut merupakan tanggung jawab ketua RT karena data sudah divalidasi kepada mereka. Dia juga menyangkal petugas tidak menanyakan apakah seseorang sudah memiliki kompor elpiji atau tidak. “Pertanyaan memang tidak langsung, tetapi menjebak. Lagi pula saya tidak mungkin mengawasi puluhan ribu calon penerima,” ujar Bagus.

Dalam kuesioner yang harus diisi, memang tak terdapat pertanyaan tersebut. Salah satu pertanyaan yang menyerempet adalah “Apakah Anda pernah menggunakan elpiji?” Hingga Kamis, sudah 12.000 tabung yang didistribusikan di Gajahmungkur dan Tugu. (GAL)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: