Pasar Ritel Masih Menjanjikan; Promosi Produk UKM Masih Sangat Miskin

Jumat, 14 Desember 2007

kompas-cetak86

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0712/14/ekonomi/4082207.htm

Jakarta, Kompas – Pertumbuhan pasar ritel di Indonesia hingga beberapa tahun ke depan tetap menjanjikan. Dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, rasio pasar ritel domestik mencapai 70 persen. Adapun Malaysia dan Singapura saling berbagi 30 persen pasar tersisa.

Pasar potensial itu diprediksi akan mendorong lebih banyak produk ritel terkemuka di dunia menyerbu pasar Indonesia. Hal itu dikatakan Chief Executive Officer (CEO) perusahaan ritel terkemuka Singapura, FJ Benjamin Holdings Ltd, Nash Benjamin, Kamis (13/12) di Jakarta, seusai peluncuran produk barunya.
Menurut Benjamin, faktor yang mendorong pesatnya perkembangan pasar ritel Indonesia adalah jumlah penduduk yang besar. Meski demikian, ia melihat tidak semua penduduk Indonesia yang kini berjumlah sekitar 230 juta itu memiliki daya beli tinggi untuk produk-produk ritel menengah ke atas.

Dari 230 juta penduduk Indonesia, Benjamin memperkirakan hanya 25-30 juta di antaranya yang mampu membeli produk- produk ritel berkelas. “Saya mengamati strata menengah ke atas di Indonesia selalu meningkat. Pertumbuhan kelas mereka bisa mencapai tiga persen per tahun,” ujarnya.

Tahun depan FJ Benjamin Holdings Ltd berencana akan menambah 16-20 gerai di seluruh Indonesia.

Menjamur
Sementara itu, Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali mengatakan, pusat pemasaran produk-produk UKM kini semakin menjamur. Namun, pemasarannya masih sangat miskin promosi.

“Apabila diperhatikan, maka sejak dulu masalah UKM selalu berkisar pada aspek permodalan dan segi pemasaran. Ke depan pusat promosi produk UKM harus makin tersebar agar bisa menjaring pasar,” kata Suryadharma dalam pembukaan Pekan Raya Koperasi di Mall UKM Jakarta.

Pusat promosi yang diharapkan bisa menjadi wadah promosi produk UKM lain adalah Celebes Convention Center. Pada tahun 2008 diharapkan berdiri lagi Borneo Convention Center, kemudian di Bandung, Jawa Barat, dan Manado, Sulawesi Utara.

Dari sisi promosi, Suryadharma menyatakan kegelisahannya karena bentuk terobosan penawaran produk UKM sangat minim. Di pesawat terbang, misalnya, setiap kali penerbangan hanya menawarkan produk impor. (A05/OSA)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: