Konversi Pertengahan Oktober; Gunung Kidul dan Kulon Progo Belum Menjadi Prioritas

Selasa, 25 September 2007
kompas-cetak65
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/25/jogja/1042795.htm

Yogyakarta, Kompas – Pertamina memastikan bahwa konversi dari minyak tanah menjadi gas di DI Yogyakarta akan dimulai pada pertengahan Oktober mendatang. Penyaluran tabung gas tiga kilogram pada 2007 akan disalurkan ke tiga kabupaten/kota dalam tiga tahap, yaitu Sleman, Yogyakarta, dan Bantul.
General Public Relations Manager Pertamina Ifki Sukarya menyatakan Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Kulon Progo belum menjadi prioritas untuk konversi gas pada tahun ini. “Kami mempertimbangkan usulan pemakaian serta ketersediaan infrastruktur,” ujarnya di Yogyakarta, Senin (24/9).

Pelaksanaan konversi di DIY akan menjadi tanggung jawab manajer wilayah tiga. DIY menjadi sasaran program konversi setelah sebelumnya dilaksanakan di Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Konversi di DIY ditargetkan bisa terselesaikan pada Januari 2008.

Untuk tahap pertama, tabung gas akan dibagikan kepada 68.000 kepala keluarga (KK) di enam kecamatan di Sleman, yaitu Kecamatan Depok, Gamping, Kalasan, Mlati, Ngaglik, dan Sleman. Diikuti untuk 40.000 KK di Kota Yogyakarta, meliputi Kecamatan Danuredjan, Gondokusuman, Jetis, Kotagede, Gondomanan, Keraton, Mantrijeron, dan Mergangsan.

Tahap terakhir akan dilaksanakan di Bantul untuk 80.000 KK, meliputi Kecamatan Srandakan, Sanden, Kretek, Bambanglipuro, Pundong, Jetis, Imogiri, Piyungan, Pandak, Bantul, Dlingo, dan Pleret.

Belum ada kendala
Ifki berharap masyarakat DIY cukup siap menghadapi kebijakan konversi. Sejauh ini Pertamina belum menemukan kendala untuk rencana konversi di Yogyakarta. Masyarakat dan aparat pemerintah dinilai cukup kondusif. “Kami berharap bisa terlaksana dengan baik, apalagi antusiasme sangat tinggi,” ucapnya.

Prosedur penyaluran di DIY akan relatif sama dengan daerah lain. Konsultan harus mendata dan mendistribusikan tabung secara gratis. Aparat pemerintah diharapkan memberikan data akurat supaya pendistribusian bisa sesuai target.

Secara bertahap nantinya pasokan minyak tanah akan dikurangi setara dengan jumlah elpiji yang tersalurkan. “Begitu masyarakat pengguna makin meningkat, akan ditarik perlahan-lahan. Setelah 100 persen masyarakat terkonversi, minyak tanah bisa ditarik,” tutur Ifki.

Ifki menambahkan kebijakan konversi tidak akan memengaruhi ketersediaan minyak tanah di DIY menjelang Lebaran. Pertamina bertekad terus mengamankan dan memantau ketersediaan minyak tanah untuk masyarakat.

Saat ini, stok tabung gas telah menumpuk di Jakarta. Tabung akan disalurkan secara bertahap hingga seluruh target konversi di Indonesia terselesaikan pada 2010. Pada 2007, konversi diharapkan bisa menjangkau enam juta KK di Jawa dan Bali.

Supaya masyarakat memperoleh informasi tentang konversi secara lebih dini, Pertamina terus mengupayakan proses sosialisasi ke pemerintah daerah dan aparat terkait. Mereka juga berencana akan bekerja sama dengan media di Yogyakarta dan telah menghubungi Persatuan Wartawan Indonesia di tingkat pusat. (WKM)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: