Konversi Energi Dimulai November; Tabung Gas Ditawarkan Bukan Paksaan

Selasa, 23 Oktober 2007

kompas-cetak71

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0710/23/jogja/1043761.htm

Yogyakarta, Kompas – Universitas Negeri Yogyakarta yang telah ditunjuk sebagai tim konsultan independen dalam pelaksanaan program konversi minyak tanah menjadi gas elpiji di wilayah DIY segera melaksanakan konversi pada November mendatang. Saat ini, UNY telah memulai mengumpulkan data primer dari masyarakat.
“Kami sudah menerima data by number (angka) penerima gas, tetapi belum ada data by name (nama). Perlu ada validasi data bekerja sama dengan pihak kelurahan dan pedukuhan,” ujar Ketua Tim Konsultan Independen Sugiyono yang juga mantan Dekan Fakultas Teknik UNY, Senin (22/10).
Sasaran utama program konversi adalah kelompok masyarakat potensial yang masih menggunakan minyak tanah. “Konversi bukan bantuan untuk rakyat miskin. Tabung gas ini ditawarkan, bukan paksaan,” ucapnya.

Tim konsultan independen bersama Pertamina telah melakukan sosialisasi dengan mengunjungi gubernur dan bupati. Dalam dua hari ke depan, sosialisasi akan berlanjut ke tiap kecamatan yang menjadi target konversi. Sosialisasi tahap pertama digelar di lima kecamatan di Kabupaten Sleman, setelah pengumpulan data primer.

Berdasarkan data awal dari Badan Pusat Statistik, ada sekitar 291.000 kepala keluarga (KK) di seluruh DIY yang masih menggunakan kompor minyak tanah. Tahap awal konversi akan menjangkau 80.000 KK yang terbagi untuk 50.000 KK di Kabupaten Sleman, serta 30.000 KK di Kota Yogyakarta.

Nantinya, tim konsultan independen juga akan membentuk posko di tiap kelurahan. Posko akan melayani pembagian tabung gas dan sosialisasi teknis perawatan kompor gas.

Sugiyono menegaskan penyediaan refill tidak akan terbengkalai. Agen minyak nantinya akan berubah fungsi menjadi agen tabung gas yang juga bertugas sebagai penyalur refill.

Terbanyak
Pemerintah Kota Yogyakarta dipastikan menggelar rapat koordinasi sosialisasi konversi minyak tanah menjadi gas elpiji pada tanggal 31 Oktober mendatang. Rapat ini akan dihadiri oleh Tim Konsultan Independen dari Universitas Negeri Yogyakarta, Pertamina, dan perangkat pemerintah di enam kecamatan yang ditunjuk.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Yogyakarta Sudarsono mengatakan enam kecamatan tersebut adalah Umbulharjo, Gondokusuman, Jetis, Tegalrejo, Mantrijeron, dan Kotagede. Mereka dipilih karena memiliki jumlah populasi rumah tangga pengguna kompor minyak tanah terbanyak di seluruh Kota Yogyakarta.

Selain metode sosialisasi, pada rapat tersebut juga akan dibahas mengenai keterlibatan tenaga lokal sesuai dengan permintaan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto.

Beberapa waktu sebelumnya, Herry pernah mengajukan usul agar warga lokal juga dilibatkan dalam proses sosialisasi dan survei dari program konversi minyak tanah, sehingga diharapkan muncul semacam tanggung jawab moral dari warga setempat mengenai keberhasilan program pemerintah ini. (YOP/WKM)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: