Konversi elpiji; Pertamina Butuh 25 Juta Tabung Gas untuk Tahun 2008

Kamis, 15 November 2007

kompas-cetak74

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/15/ekonomi/3991690.htm

Jakarta, Kompas – Pertamina membutuhkan pasokan 20 juta-25 juta tabung elpiji isi 3 kilogram untuk program konversi minyak tanah ke gas elpiji pada tahun 2008. Kebutuhan itu diupayakan akan dapat dipenuhi oleh produsen dalam negeri.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Achmad Faisal di Jakarta, Rabu (14/11), mengemukakan, kebutuhan tabung gas elpiji (3 kg) rata-rata dua juta tabung per bulan pada 2008.
Oleh karena itu, hari Jumat (16/11) besok ia akan memanggil para produsen guna memastikan kesanggupan mereka memasok tabung elpiji pada tahun 2008. “Kami upayakan agar impor tabung elpiji tidak lagi dilakukan tahun depan,” kata Achmad Faisal.

Hingga akhir Desember 2007, hanya terdapat 5,7 juta tabung gas yang bisa dipenuhi produsen dalam negeri, sementara kebutuhan akan tabung sebesar 10 juta tabung. Sisanya, 4,3 juta tabung, berasal dari impor.

Namun, Pertamina belum memastikan negara yang akan memasok tabung gas. Pertamina telah melakukan survei ke China dan Thailand. Dari survei itu, China menawarkan harga 7,7 dollar AS per tabung, sementara Thailand menawarkan 10,3 dollar AS per tabung. (Kompas, 10/11).

Dalam rapat kerja Komisi VI DPR dengan Menteri Perindustrian Fahmi Idris kemarin, Komisi VI menolak kebijakan impor tabung gas dalam program konversi ini. Ini disebabkan untuk melindungi industri dalam negeri.

“Sebagai pemegang hak impor, Pertamina harus menjawab penolakan Komisi VI. Operator pelaksana impor kan Pertamina,” ujar Fahmi.

Dalam rapat kerja yang dipimpin Dudhie Makmun Murod, Fahmi mengungkapkan, industri di dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan tabung gas. “Lebih dari 22 perusahaan lama dan baru bergerak dalam pengadaan tabung gas ini. Dengan masuknya perusahaan baru, kapasitas riil yang tersedia 32 juta tabung. Jadi, saya rasa tidak ada masalah,” lanjut Fahmi.

Untuk program konversi minyak tanah ke gas tahun 2007-2010 dibutuhkan 100 juta tabung. Itu berarti, setiap tahun diperlukan 30 juta tabung.

Tertunda
Sementara itu di Palembang, pembagian kompor gas gratis mundur dari jadwal yang ditetapkan, 15 November.

Asisten Manajer Humas PT Pertamina UPMS II Tjahja Kuntadi mengatakan, hal tersebut disebabkan pemerintah provinsi belum menunjuk konsultan.

Padahal, konsultan tersebut harus melakukan pendataan keluarga yang layak mendapat paket kompor gas, sosialisasi, dan menyalurkan kompor gas.

“Saat ini sudah ada 150.000 tabung, sementara 20.000 tabung tambahan dalam proses pengepakan. Mungkin dalam satu minggu sudah sampai di Palembang,” katanya. (LKT/A03/WAD)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: