Konversi Ditarget Tuntas Tiga Bulan; DIJ Kebagian 240 Ribu Kompor Gas

Senin, 10 Sept 2007

jp

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=172079&c=85

JOGJA – Program konversi kompor minyak tanah ke kompor gas untuk Provinsi DIJ ditargetkan selama tiga bulan, mulai November 2007 hingga Januari 2008. Pemerintah pusat akan mendistribusikan sebanyak 240 ribu kompor gas gratis kepada masyarakat DIJ.

“Distribusi pertama akan dilakukan untuk 80 ribu KK yang ada di Kabupaten Bantul, Sleman dan Kota Jogja,” ungkap Kabid Pertambangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Provinsi DIJ Hardjoko kemarin.

Selanjutnya pada Desember, kompor gas akan diserahkan kepada 80 ribu KK di Bantul dan Kulonprogo. Terakhir pada Januari tahun depan, giliran 80 KK yang tinggal di Kabupaten Gunungkidul mendapatkan jatah kompor gas.

Hardjoko menerangkan semua pengerjaan dan distribusi kompor gas itu ditangani PT Pertamina. Untuk memperlancar proses konversi itu, Pertamina akan menerjunkan tim konsultan independen.

Konsultan tersebut bertugas memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang proses penggunaan kompor gas secara praktis. Diakui untuk konversi ini memerlukan proses adaptasi. “Secara teknis konversi ke kompor gas ini tidak ada masalah. Persoalannya datang pada aspek sosialnya,” tambah Hardjoko.

Masalah ini berbeda dengan konversi minyak tanah ke briket batu bara. Bidang Pertambangan telah melakukan uji coba. Hasilnya, konversi ke batu bara dinilai kurang praktis dari segi teknis. Gara-garanya bahan bakar batu bara dikenal mudah dihidupkan tapi agak susah cara mematikannya. Karena itu, bahan bakar ini kurang tepat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Hardjoko menambahkan dari kajiannya, batu bara lebih cocok dipakai untuk bahan bakar kegiatan industri. Contohnya industri rambak krecek yang berkembang di daerah Pleret, Bantul.

Di daerah ini, briket batu bara ternyata lebih praktis dan ekonomis digunakan untuk bahan bakar. Lantaran dianggap berhasil, Bidang Pertambangan akan menyosialisasi pemakaian briket batu bara bagi kalangan pengusaha rambak krecek. (kus)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: