Konversi; 25 Persen Penerima Tabung Tak Sesuai dengan Kriteria

Rabu, 03 Oktober 2007

kompas-cetak70

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0710/03/jogja/1043164.htm

Semarang, Kompas – Konversi minyak tanah menjadi elpiji tahap kedua di Kota Semarang akan dimulai pada pertengahan Oktober dengan target 60.000 keluarga dan sekitar 5.000 di antaranya untuk usaha kecil. Adapun 25 persen penerima tabung pada tahap pertama dinilai tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Program tahap kedua ini akan melibatkan empat kecamatan, yaitu Semarang Utara, Selatan, Timur, dan Tengah.

“Kami sudah menentukan pemenang tender konsultan independen untuk program konversi tahap kedua ini. Segera setelah ada sinyal dari pemerintah setempat, pencacahan dilakukan,” ujar Manajer Gas Domestik III Jateng dan DIY PT Pertamina Kusnendar, Selasa (2/10).

Pada program kali ini sasaran pembagian tidak lagi sekadar untuk rumah tangga, tetapi juga usaha kecil, seperti penjual makanan. Proses pencacahan yang dilakukan untuk usaha kecil itu juga sama dengan rumah tangga. Usaha kecil yang akan ikut dalam program ini harus berdomisili di lokasi yang menjadi sasaran konversi. Untuk itu, pencacahan tetap membutuhkan validasi dari RT atau RW.

Belajar
Dalam program konversi tahap pertama di Kota Semarang, PT Pertamina mendistribusikan 49.000 tabung elpiji ukuran tiga kilogram dan kompor beserta aksesorinya. Program ini melibatkan empat kecamatan, yaitu Ngaliyan, Gajahmungkur, Semarang Barat, dan Tugu.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, kali ini PT Pertamina akan memperpanjang pengerjaan oleh konsultan menjadi 1,5 bulan dari sebelumnya satu bulan. Hal ini dilakukan untuk menekan jumlah area abu-abu atau tidak sesuai dengan kriteria awal. Kusnendar menuturkan, berdasarkan evaluasi sementara, antara 20-25 persen dari total 49.000 penerima konversi sudah memiliki tabung elpiji, meski tetap menjadi pengguna minyak tanah.

Di tempat terpisah, pengamat ekonomi Universitas Diponegoro, FX Sugiyanto, menyatakan, kesalahan metodologi yang terjadi pada konversi tahap pertama terlalu besar dari toleransi sekitar lima persen. Hal ini mengesankan PT Pertamina sekadar mendistribusikan tabung, bukan menjalankan program konversi.

“Harus ditekankan bahwa tujuan dari program ini ialah mengubah pengguna minyak tanah menjadi elpiji, bukan sekadar bagi-bagi tabung. Ini merugikan negara,” ujarnya.

Sugiyanto juga mengemukakan, untuk menekan area abu-abu, konsultan harus menyisihkan terlebih dahulu warga yang sudah memiliki kompor elpiji. Konsultan juga harus memisahkan masyarakat yang belum memiliki kompor elpiji, tetapi juga belum mampu melanjutkan program ini. Baru setelah itu dipilih masyarakat yang sesuai dengan kriteria. (GAL)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

One response to “Konversi; 25 Persen Penerima Tabung Tak Sesuai dengan Kriteria

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: