Jangan Sampai Terjadi Kelangkaan Tabung Gas Isi Ulang; Agen Diminta Ajukan Kredit

Kamis, 20 September 2007

kompas-cetak61

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/20/jogja/1042612.htm

YOGYAKARTA, KOMPAS – PT Pertamina mengimbau para agen dan pangkalan minyak tanah segera mengajukan permohonan kredit pembelian tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram. Dengan demikian, warga peserta program konversi minyak tanah menjadi gas elpiji akan mudah mengisi ulang tabung gas mereka.

Seperti disampaikan oleh Manajer Gas Domestik Wilayah III PT Pertamina Kusnindar, Rabu (19/9), pengajuan kredit ini sebaiknya dilakukan bersamaan dengan sosialisasi program konversi yang akan dilakukan Oktober. Adapun besar kredit disesuaikan dengan kemampuan masing-masing agen.

“Harga satu tabung gas ukuran tiga kilogram itu sekitar Rp 150.000 sehingga mungkin setiap agen bisa memperkirakan sendiri kebutuhannya,” ujar Kusnindar di acara sosialisasi konversi minyak tanah menjadi gas elpiji kepada seluruh camat dan lurah di Kota Yogyakarta.

Ia melanjutkan, dengan tersedianya tabung gas elpiji isi ulang di agen dan pangkalan minyak tanah, maka keberlangsungan program konversi bisa terjaga.

Kusnindar tidak menginginkan adanya keluhan mengenai sulitnya mendapatkan tabung gas isi ulang, seperti pernah terjadi di Semarang, Jawa Tengah, terulang di DI Yogyakarta. Wira Penjualan Gas Domestik PT Pertamina Totok Sugiharto menambahkan, khusus untuk wilayah Kota Yogyakarta, penerima paket konversi berjumlah sekitar 30.000 kepala keluarga (KK) miskin. Jumlah tersebut turun dari sebelumnya, sekitar 40.000, karena sebagian dilimpahkan ke wilayah Sleman yang jumlah KK miskinnya relatif lebih banyak.

“Namun, jumlah ini tidak mengikat karena penyerahan paket konversi akan berdasarkan pada data primer yang diperoleh dari survei langsung oleh tim konsultan independen yang segera ditunjuk,” tutur Totok.

Usulan
Di Bantul, Sekretaris Daerah Bantul Gendut Sudarto menuturkan, pihaknya akan mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi DIY agar membagi secara proporsional jatah kompor dan tabung gas.

“Ini beranjak dari kekhawatiran kami bahwa kabupaten lain di DIY nanti memiliki jumlah KK miskin yang tiba-tiba melonjak. Sementara, data kami sebenarnya baku sehingga tidak berubah. Kami ingin provinsi mempertimbangkan hal tersebut,” kata Gendut.

Gendut mengemukakan, saat ini ada sekitar 74.000 KK miskin di Bantul yang terbagi dalam empat kategori, yakni miskin absolut, miskin sekali, miskin, dan mendekati miskin. Data ini merupakan hasil verifikasi Juni 2007 dan lengkap karena memuat nama KK hingga alamat. Dengan kata lain, Bantul sangat siap menjalankan program konversi. (YOP/PRA)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: