Indikator: Menimbang Kebiasaan Pengguna Minyak Tanah

Selasa, 02 Oktober 2007

kompas-cetak67

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0710/02/jogja/1043092.htm

Sosialisasi program konversi minyak tanah ke gas di DI Yogyakarta yang rencananya akan dilaksanakan setelah Lebaran menjadi kunci penting untuk keberhasilan pelaksanaan program tersebut. Sebab, masih ada sebagian masyarakat DIY yang belum memanfaatkan kompor gas sebagai alat bantu utama untuk memasak, meskipun benda itu bukan barang baru bagi mereka. Persoalan kebiasaan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sebagian masyarakat masih tetap menggunakan kompor minyak tanah.

Pola sebagian masyarakat itu terekam dalam hasil jajak pendapat ini. Meskipun lebih dari separuh responden sudah terbiasa menggunakan kompor gas untuk memasak, tetapi masih ada 45,3 persen dari mereka yang terbiasa menggunakan kompor minyak tanah atau bahkan kombinasi dari kedua-duanya (lihat Grafis).

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan masyarakat masih mengandalkan minyak tanah untuk memasak, seperti persoalan daya beli. Meski secara matematis pemerintah memperkirakan biaya memasak menggunakan gas bisa lebih murah, namun adanya perbedaan pola penjualan dari kedua jenis bahan bakar itu berpengaruh cukup besar.
Minyak tanah bisa dibeli eceran (satu atau dua liter) dengan biaya Rp 5.000. Bahkan, jika sedang tidak mempunyai uang sebagian masyarakat masih bisa membeli minyak tanah setengah liter pada pedagang langganannya. Sementara untuk gas elpiji, tabung terkecil yang disediakan Pertamina untuk program konversi dijual Rp 12.750 per tiga kilogram.

Selain itu, ada juga sebagian masyarakat yang menggabungkan pemanfaatan kompor minyak tanah dan gas. Sebab, untuk keperluan memasak dalam jumlah banyak namun sifatnya insidental, minyak tanah lebih mudah disesuaikan penggunaan maupun biayanya. Persoalan kebiasaan semacam ini, penting juga menjadi pertimbangan pemikiran bagi pemerintah saat melakukan sosialisasi. (BIMA BASKARA/LITBANG KOMPAS)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: