Indikator “Kompas”: Sebagian KK Tergantung pada Minyak Tanah

Jumat, 31 Agustus 2007

kompas-cetak41

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/31/jogja/1041763.htm

Realisasi program konversi penggunaan minyak tanah ke gas elpiji di DI Yogyakarta perlu perhitungan matang dari pemerintah, terutama di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Sebab, pengurangan drastis pasokan minyak tanah pada awal pelaksanaan program itu bisa berujung pada kelangkaan. Sementara itu, di sisi lain masih ada sebagian masyarakat yang bergantung pada minyak tanah tetapi belum tersentuh program konversi tersebut.

Mengacu pada publikasi Badan Pusat Statistik, di DIY masih banyak rumah tangga yang menggunakan minyak tanah. Pada tahun 2001, bahan bakar itu dimanfaatkan oleh 30 persen rumah tangga di provinsi ini. Empat tahun berikutnya, minyak tanah masih digunakan oleh sekitar 29 persen dari total 999.920 kepala keluarga. Pengguna minyak tanah pada tahun 2005 mencapai lebih dari 290.000 KK, menempati urutan kedua terbanyak setelah pengguna kayu bakar (lihat Grafis). Sementara itu, program konversi baru ditujukan bagi 80.000-an KK saja. Artinya, sekitar 210.000 KK sisanya masih tetap tergantung pada minyak tanah.

Jumlah itu pun bisa bertambah karena pada awalnya belum tentu semua KK mampu membeli gas yang harganya masih cukup mahal. Sebagai gambaran, pada 1 Agustus 2007 harga minyak tanah bersubsidi dari PT Pertamina masih Rp 2.000 per liter, sedangkan per 1 September 2007 harga gas naik menjadi Rp 6.200 per kilogram.

Kalaupun seluruh rumah tangga di DIY tak lagi menggunakan minyak tanah, tidak serta-merta mereka bebas dari imbas kenaikan harga minyak tanah. Sebab, harga barang tetap bisa terpicu naik oleh kegiatan dunia usaha yang masih berproduksi menggunakan minyak tanah. Hingga pertengahan tahun 2006 di DIY ada 10.738 warung makan serta usaha kecil makanan, di antaranya 359 unit industri kerupuk yang masih menggunakan minyak tanah. (BIMA BASKARA/LITBANG KOMPAS)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: