Indikator “Kompas”: Kompor Gas, Sebuah Perubahan Tradisi

Selasa, 25 September 2007

kompas-cetak64

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0709/25/jogja/1042793.htm

Meskipun kompor gas bukan barang baru bagi masyakarat DI Yogyakarta, tetapi sebagian warga masih belum memanfaatkan benda tersebut sebagai alat bantu untuk kebutuhan sehari-hari. Sedikitnya 351.880 kepala keluarga di DIY masih menggunakan kompor minyak tanah untuk memasak. Selain persoalan daya beli, perubahan penggunaan minyak tanah ke gas dalam rumah tangga juga menjadi masalah tersendiri bagi sebagian masyarakat DIY.

Hal tersebut terekam dalam hasil jajak pendapat ini. Lebih dari separuh responden masih menyangsikan bahwa masyarakat DIY yang selama ini menggunakan kompor minyak tanah cukup siap beralih kebiasaan memanfaatkan kompor gas (lihat Grafis). Sebab, perubahan pemanfaatan bahan bakar tersebut menuntut konsekuensi perubahan tradisi yang selama berpuluh tahun telah menjadi bagian dari kehidupan warga.

Di samping itu, sedikitnya 61 persen responden masih mengkhawatirkan bahaya kompor gas, seperti lupa mematikan gas atau tabung meledak. Oleh karena itu, sosialisasi cara penggunaan kompor gas yang baik sangat penting dilakukan agar kekeliruan dalam pemanfaatan alat tersebut dapat diminimalkan. (NURUL FATCHIATI/LITBANG KOMPAS)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: