hasil Penelitian; Perpres Tidak Ubah Kondisi Pasar Tradisional

Kamis, 19 April 2007

kompas-cetak90

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0704/19/ekonomi/3466033.htm

Jakarta, Kompas – Peraturan Presiden tentang pasar modern tidak bakal mengubah kondisi pasar tradisional. Selama ini penyakit kronisnya terletak pada pemeliharaan yang amburadul, sehingga pasar tradisional becek, kotor, bau, pengunjung berjejalan, dan sumpek.

“Pasar tradisional harus dibenahi supaya konsumen nyaman dan aman, sebab bagaimana pun pangsa pasar tradisional tetaplah eksis,” kata Direktur Pelayanan Ritel PT AC Nielsen Yongky Surya Susilo, ketika memaparkan hasil riset tren pasar Indonesia, Rabu (18/4), di Jakarta.
Hasil survei Nielsen terhadap 1.500 responden di kota Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, bandung, Surabaya, dan Makassar menunjukkan, frekuensi konsumen berkunjung ke pasar tradisional masih 12-13 kali per bulan, sedangkan ke hipermarket hanya dua kali per bulan. Dalam survei, ibu rumah tangga dan pedagang makanan segar masih mengandalkan pasar tradisional.

Namun, lanjut Yongky, kelemahan pasar tradisional itu harus segera diatasi, karena masyarakat masih memiliki persepsi bahwa pasar tradisional itu murah dan komoditas seperti sayur, daging, ikan, dan buah, masih segar.

Ia mencontohkan pasar tradisional yang dikelola secara modern di Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang. Penyakit kronis pasar tradisional serius sekali diatasi, supaya konsumen tertarik berbelanja di sana.

Kepala Bidang Organisasi Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) HE Irwadi Sayuti menyatakan, Perpres Pasar Modern harus berisi instruksi kepada gubernur untuk menetapkan daerah terbuka dan tertutup bagi pembukaan hipermarket.

Kemudian, APPSI menuntut pemerintah menghentikan izin baru pembukaan pasar modern dan toko modern, jika peraturan zonasi dihapus. (OSA)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: