Harga Elpiji 50 Kg Naik 47 Persen; Kenaikan Elpiji Rumah Tangga Tunggu Izin Pemerintah

Kamis, 30 Agustus 2007

kompas-cetak39

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/30/ekonomi/3798691.htm

Jakarta, Kompas – Dalam upaya mendekatkan harga jual elpiji sampai mencapai keekonomian, PT Pertamina akan menaikkan harga elpiji dalam tabung 50 kilogram. Harga baru sebesar Rp 6.200 per kilogram itu akan diberlakukan mulai 1 September 2007 untuk konsumen hotel, mal, restoran, dan rumah sakit.
Demikian dikemukakan Deputi Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Hanung Budya, Rabu (29/8) di Jakarta.

“Harga elpiji tabung 50 kilogram naik sekitar 47 persen dari Rp 4.250 per kg,” ujar Hanung.

Ia menambahkan, kenaikan itu merupakan upaya Pertamina untuk mengurangi kerugian dari bisnis elpiji. Dengan harga keekonomian elpiji yang mencapai Rp 7.000 per kg, Pertamina masih menanggung kerugian sebesar Rp 2 triliun-Rp 2,5 triliun per tahun. Konsumsi elpiji mencapai 1,1 juta ton per tahun.

Kebutuhan elpiji untuk domestik sebesar 3.500 metrik ton per hari. Dari kebutuhan itu, hanya sekitar 2.700 metrik ton yang bisa dipenuhi kilang Pertamina, sedangkan sisanya dipenuhi dari kilang milik perusahaan kontrak kerja sama (KKS) atau diimpor dengan harga pasar internasional. Harga elpiji di pasar dunia saat ini 540 dollar AS per ton.

Konsumen elpiji terbagi atas sektor rumah tangga (70 persen), industri (17 persen), dan bisnis (13 persen). Jumlah konsumen bisnis mencapai 150.000 pelanggan yang mayoritas terdiri atas mal, hotel, restoran, dan rumah sakit.

Pertamina telah menaikkan harga jual elpiji curah (bulk) untuk industri sebesar 30 persen pada September 2006. Selain dalam bentuk bulk, elpiji dijual dalam kemasan tabung 6 kg, 12 kg, dan 50 kg.

Hanung mengatakan, pihaknya masih menunggu izin pemerintah untuk menaikkan harga elpiji bagi konsumen rumah tangga. “Konsumen tidak perlu khawatir, harganya tidak akan naik sampai diizinkan,” kata Hanung.

Amankan konversi
Secara terpisah, Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Achmad Faisal mengatakan, masyarakat pemakai elpiji subsidi tidak perlu mengkhawatirkan pasokan. Pertamina memperkirakan kebutuhan elpiji bakal mencapai 6 juta ton pada tahun 2009, sementara yang bisa dipenuhi dari dalam negeri hanya 1 juta ton.
Faisal mengatakan, Pertamina telah menjajaki impor dari Timur Tengah dan Australia. “Kami sudah siap mengikat kontrak untuk pasokan elpiji 10 sampai 15 tahun,” kata Faisal.

Untuk menjamin pasokan, BUMN itu juga akan menambah fasilitas tangki penyimpanan. “Kami akan bangun tangki-tangki penyimpan untuk pengamanan stok nasional selama 15 hari di Jawa, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan,” katanya.

Apabila program konversi berjalan lancar, maka ada kelebihan produksi minyak tanah dari kilang di dalam negeri. Rencananya, kelebihan produksi itu akan diekspor pada 2008.

Selain itu, untuk membiasakan masyarakat membeli minyak tanah nonsubsidi, Pertamina segera menjual minyak tanah dalam kemasan di SPBU. “Ini untuk masyarakat yang masih ingin menggunakan minyak tanah,” kata Faisal.

Sedangkan untuk meningkatkan sosialisasi konversi minyak tanah ke elpiji, Pertamina akan meminta para petugas pencacah diperpanjang tugasnya sebagai penyuluh. Pertamina juga akan melakukan pendekatan khusus kepada pemilik warung tegal agar mau menggunakan elpiji.

Rencananya, Pertamina akan membagikan 30.000 tabung dan kompor gas yang terdiri atas dua tungku kepada pemilik warteg di wilayah Jakarta. “Pemilik warteg butuh kompor yang lebih kokoh dan terdiri atas dua tungku karena mereka memasak dalam jumlah banyak,” katanya. (DOT)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: