Harapan dari Depok

Depok, Rabu, 18 April 2007

jurnas2

http://www.jurnalnasional.com/new2/?KR=JURNAS&NID=26829

Sebagai daerah yang “nempel” Jakarta, pasar tradisional di Depok pun mengalami kegundahan tersendiri di tengah kepungan mal dan pasar-pasar raksasa yang modern. Kota yang penduduknya kebanyakan bekerja di Jakarta ini, bertumbuh sangat pesat dengan “landmark” bangunan modern berkategori hypermarket.

Untuk membentengi pasar tradisional dari serbuan pasar raksasa, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI) Kota Depok, Cusi Aryani meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera mengesahkan Perpres Pasar Modern, agar keberadaan pasar tradisional tidak mengalami kebangkrutan karena kalah bersaing.
Menurut dia, dampak buruk hadirnya pasar modern sudah dirasakan para pedagang di Pasar Kemiri Muka sebelumnya.

“Jika Perpres Pasar Modern tidak segera disahkan maka pembangunan pasar modern di Depok akan terus terjadi. Ini akan mematikan pasar tradisional,” katanya kemarin (17/4).

Kehadiran beberapa mal di Jalan Margonda menyebabkan jumlah pedagang yang tadinya sebanyak 3000 sekarang hanya tinggal 1.500 pedagang. Pendapatan pedagang juga menurun drastis mencapi 50 persen.

Cusi menambahkan, pendirian pasar modern tersebut akan merugikan dan membuat bangkrut para pedagang di pasar tradisonal.

Pendirian pasar modern seharusnya berjarak minimal 3 km dari lokasi pasar tradisonal sehingga tidak mengganggu keberadaan pasar tradisional.
Jika Perpres tersebut berlarut-larut untuk disahkan, maka Pemkot Depok harus berinisitif membuat Perda yang mengatur tentang jarak dan lokasi pasar modern. Misalnya pasar modern harus berada minimal 3 km dari pasar tradisional.

Ia juga mengharapkan perlu adanya perbaikan pasar tradisional, baik dari sisi sarana dan infrastruktur maupun manajemen pengelolaannya, agar mampu bersaing dengan pasar-pasar modern. Walau nantinya Kota Depok tumbuh menjadi kota modern, keberadaan pasar tradisional tetap dibutuhkan, karena ia memiliki pangsa pasar tersendiri.

Selain itu, kata dia, perlu diberikan bantuan pembinaan dan permodalan kepada para pedagang tradisional, atau membangun kemitraan dengan pengelola pasar modern untuk membantu para pedagang pasar tradisional sehingga tumbuh dengan baik secara bersama.

APPSI Kota Depok juga menolak pembangunan hypermarket. Penolakan atas rencana didirikannya Hypermarket di lokasi yang berjarak hanya 20 meter dari Pasar Tugu Cimanggis.

Pemberian ijin pembangunan hypermarket yang rencana lokasinya di samping Rumah sakit Tugu Ibu Jalan Raya Bogor Km 29 Cimanggis, akan membuat pedagang Pasar Tugu mengalami kerugian karena lokasinya hanya berjarak 20 meter dari Pasar Tugu. (M Yamin Panca Setia)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

2 responses to “Harapan dari Depok

  • Tukang Koran

    Wah wah wah ….
    informasi di website ini berguna sekali buat kita semua.
    Ayo update terus biar lebih keren lagi sehingga kita jadi nggak bosen berkunjung di sini.
    O ya, bagi warga Cibinong, Depok, dan Bogor yang belum berlangganan koran, Cibinong Agency melayani kebutuhan informasi Anda….

  • iswekon

    Terima kasih untuk Bapak Darmo Laksono (Rico Agency) dan Bapak Dadang Santoso (Terbit Agency) di http://cibinong-agency.blogspot.com — blog yang informatif juga. Salam kenal dan sukses selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: