HADAPI PERSAINGAN GLOBAL; Pasar Tradisional Dilindungi

Jawa Tengah, Kedaulatan Rakyat, Monday, 25 June 2007

logo_br_kr2

http://www.kr.co.id/article.php?sid=128318

MUNTILAN (KR) – Permasalahan dan tantangan baru yang dihadapi oleh pasar tradisional sekarang ini adalah persaingan global yang tidak dapat dihindari lagi. Wujud persaingan itu berupa tumbuh dan berkembangnya pasar-pasar modern sampai tingkat kecamatan. Untuk itu, harus disikapi bersama-sama baik oleh pemerintah maupun para pedagang tradisional. Hal itu dikatakan Bupati Magelang Ir H Singgih Sanyoto saat berdialog dengan para pedagang Pasar Muntilan Jumat (22/6) sore di Balai Desa Pucungrejo Muntilan.

Dikatakan, pemerintah tentu akan melindungi keberadaan para pedagang di pasar tradisional, namun tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi global. “Agar pasar tradisional mampu bersaing dengan pasar modern, maka pasar tradisional perlu direvitalisasi yaitu dengan melakukan renovasi pasar,” ujarnya.
Dalam dialog itu, dihadiri juga oleh Kepala Dinas pasar Sri Edi Supartini SH, Kepala Bappeda Drs H Chairiel Wasthony MSc, Camat Muntilan Wihardo BA dan sejumlah anggota Komisi C DPRD Kabupaten Magelang di antaranya Drs Muh Sofyan dan Heru Dwiyanto.

Lebih lanjut dikatakan Singgih, upaya revitalisasi melalui renovasi pasar tersebut, diharapkan dapat diwujudkan pasar tradisional yang bersih dan nyaman serta didukung dengan fasilitas yang memadai sehingga mampu bersaing dengan pasar modern.

Terkait dengan isu Pasar Muntilan yang akan direnovasi, Bupati membenarkan bahwa pasar tersebut memang akan direnovasi. Namun untuk melaksanakan renovasi tersebut, harus melalui tahapan-tahapan seperti studi kelayakan, penyusunan rencana kontruksi maupun penyediaan tempat untuk relokasi pasar.
“Pada tahun 2007 ini, baru pada tahap studi kelayakan. Tahap selanjutnya menyusun rencana kontruksi pasar tahun 2008 dan pada tahun 2009 baru akan dilakukan pembangunannya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Singgih minta kepada para pedagang di Pasar Muntilan agar tidak resah dan khawatir karena pelaksanaan pembangunan itu nantinya tidak diserahkan kepada investor. Sedang pembiayaan pembangunan tersebut, didanai dari APBN dan APBD Propinsi dan APBD kabupaten “Dengan tidak melibatkan investor, harapan kami biaya penempatan kembali lebih murah. Karena sesuai Perda No 5 tahun 1999 pasal 7 huruf a, biaya penempatan kembali hanya.sebesar 25 persen dari nilai jual kios. Sedangkan untuk pembayarannya dapat dibicarakan lebih lanjut dengan melibatkan instasi atau lembaga terkait,” jelasnya.

Ditambahkan Singgih. Pada saat penempatan kembali, pedagang tetap akan memperoleh lahan sesuai yang tertera pada Surat Keterangan Hak Penempatan Tempat Dasaran (SKHPTD). “Sedang pasar yang akan dikembangkan selain Pasar Muntilan yakni Pasar Grabag”, imbuhnya. (R-8/Yhr)-c

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: