7.344 Tabung Gas Sudah Diimpor; Pertamina Akhirnya Membatalkan Impor

Kamis, 01 November 2007

kompas-cetak73

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/01/ekonomi/3965880.htm

Jakarta, Kompas – Sebanyak dua peti kemas berisi tabung gas berkapasitas tiga kilogram, dengan jumlah total 7.344 buah, sudah diimpor dan kini berada di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Masuknya tabung gas itu diduga dilakukan oleh importir untuk memanfaatkan percepatan program konversi energi.

Berdasarkan hasil penelusuran Kompas, Rabu (31/10), dua peti kemas berisi tabung gas itu sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok sejak 27 Oktober 2007. Seluruh kontainer itu berada dalam pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Tipe A Tanjung Priok Heru Sulastyono membenarkan pengiriman tabung gas berkapasitas tiga kilogram itu.

Sampai sekarang, penerima barang belum mengurus dokumen pemberitahuan impor barang (PIB). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, peti kemas itu diangkut dengan menggunakan kapal Kuo Lung dari pelabuhan asal Port Kelang (Port Swettenham).

Pengirim yang tercatat bernama Ningbo Zhongzhou Group itu mengalamatkan ke PT Global Pacific Energy.

Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengaku geram dengan adanya impor tabung gas itu. Apalagi, Pertamina baru saja mengembuskan rencana untuk melakukan impor supaya peralihan penggunaan minyak tanah ke gas elpiji dapat berjalan.

“Kalau belum dipesan sejak 1-2 bulan lalu, mana mungkin tabung gas itu bisa datang secepat ini? Saya menduga keras Pertamina lebih dulu memesan dari Taiwan atau negara lain pada saat pasokan produsen dihentikan satu setengah bulan,” ujar Fahmi, seusai menghubungi Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Achmad Faisal.

Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali juga menyatakan kemarahannya. Impor mementingkan bisnis kelompok tertentu dan sama sekali tidak menciptakan lapangan kerja.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia MS Hidayat pun menyatakan kemarahannya. Pertamina seharusnya memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri untuk membuktikan kemampuannya.

Skenario impor
Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Achmad Faisal mengatakan, Pertamina memutuskan untuk membatalkan impor tabung elpiji.

Keputusan itu diambil setelah pembicaraan dengan Departemen Perindustrian. Pengadaan tabung elpiji sepenuhnya diserahkan ke pemerintah.

“Kami sudah bersepakat dengan Departemen Perindustrian bahwa penyediaan tabung elpiji 3 kilogram menjadi tanggung jawab pemerintah. Terserah bagaimana kebutuhan itu dipenuhi, yang penting target pendistribusian bisa dicapai,” ujar Faisal.

Sampai akhir tahun 2007, diperlukan 10,2 juta ton tabung. Pabrik tabung elpiji di dalam negeri menyanggupi untuk memasok 5,6 juta tabung dan sisanya, 4,6 juta tabung, dijanjikan selesai pada Februari 2008.

Faisal membantah bahwa Pertamina diam-diam telah mengimpor tabung elpiji dari China.
Direktur Industri Logam Departemen Perindustrian Putu Suryawirawan menengarai, dari awal sudah ada skenario yang mengarahkan pengadaan tabung elpiji dipenuhi lewat impor. (OSA/DOT)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: