Tender Kompor Gas Gagal; Spesifikasi Perlu Diubah

Jumat, 16 Februari 2007

kompas-cetak12

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0702/16/ekonomi/3326881.htm

Jakarta, Kompas – Tender kompor gas bersubsidi yang berlangsung selama tiga bulan gagal menentukan pemenang. Tidak ada satu pun dari 24 peserta tender yang lolos administrasi teknis. Kegagalan itu diduga karena adanya perubahan persyaratan pembuatan kompor gas dari satu menjadi dua mata tungku.

Persyaratan tersebut dianggap memberatkan karena tidak masuk kalkulasi bisnis para pengusaha yang menjadi peserta tender kompor gas bersubsidi.

Kepala Biro Umum Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Prakoso Budi Susetyo di Jakarta, Kamis (15/2), menyatakan, setelah diteliti, sebagian besar peserta tidak melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan untuk memperlancar tender itu.

Dari 24 peserta tender, hanya 23 peserta yang mengembalikan berkas administrasi teknis. Administrasi teknis yang dijadikan penilaian dalam tender antara lain kebenaran dokumen, pernyataan tunduk pada ketentuan pengadaan barang, peserta tender bukan pegawai negeri sipil, pernyataan tidak akan mengajukan gugatan, akta perusahaan yang masih berlaku, serta berkas berbagai perizinan usaha.

Ketika diteliti, menurut Prakoso, mayoritas peserta gugur. PT Sumber Rahayu Prima sebetulnya hampir menjadi pemenang tender, tetapi gagal karena berdasarkan hasil uji Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, produk perusahaan ini tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan Departemen Perindustrian.

“Pemeriksaan dokumen sudah dilakukan secara fair, bahkan saksi-saksi dari peserta sendiri ikut mengkritisi berkas maupun produksinya,” kata Prakoso.

Jika dirunut, persoalan yang memberatkan peserta adalah pagu kompor gas yang ditetapkan Rp 110.000 per set. Kemudian, persyaratan dua mata tungku yang tidak dapat diubah lagi.

Bantah ada boikot
Tender kompor gas bersubsidi ini merupakan salah satu program konversi energi yang ditetapkan pemerintah. Sebelumnya, konversi dilakukan dari penggunaan kompor minyak tanah ke tungku briket batu bara. Namun, terjadi perubahan lagi menjadi kompor gas elpiji.

Prakoso menduga pemboikotan dilakukan sebagian besar peserta tender. Indikasinya, berkas administrasi teknis tidak dilengkapi secara maksimal.

Ketua Asosiasi Gabungan Elektronik Divisi Kompor Gas Triantony membantah terjadinya pemboikotan. Anggota asosiasi tidak pernah sepakat menggagalkan tender ini.

“Kalau pagu kompornya saja tidak bisa masuk dalam hitungan bisnis, ya mana mungkin peserta menyerahkan berkas secara lengkap,” ujar Triantony.

Hal senada diungkapkan Direktur Pemasaran PT Metalindo Teratai Putra, Kendi Sulaiman. Berdasarkan perhitungan bisnis, jelas Kendi, harga kompor gas satu mata tungku Rp 130.000-Rp 135.000 per set, sedangkan harga kompor dua mata tungku Rp 190.000. (OSA)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: