Tender Kompor Gas Dibuka Lagi; Persyaratan Diturunkan Jadi Satu Mata Tungku

Sabtu, 17 Februari 2007

kompas-cetak13

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0702/17/ekonomi/3328702.htm

Jakarta, Kompas – Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menegaskan, konversi minyak tanah ke gas elpiji pada tahun ini harus segera dimulai hingga 2009. Oleh sebab itu, apa pun hambatan yang menghalangi program konversi minyak tanah ke gas harus diterabas agar program ini dapat terus berjalan.

Dengan demikian, tender kompor gas yang gagal dilakukan karena peserta tender tidak mengirimkan persyaratan administrasi secara lengkap diputuskan untuk diulang.

Secara sepihak, spesifikasi kompor gas yang semula direncanakan satu mata tungku saat proses tender diubah menjadi dua mata tungku.

Keputusan tender ulang itu diungkapkan Wapres dalam jumpa pers di Istana Wapres di Jakarta, Jumat (16/2).
Wapres didampingi Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali dan Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Kedua menteri tersebut diminta melaporkan proses tender yang gagal dan upaya penanganannya.

Menurut Suryadharma, jika tender ulang juga tidak diminati oleh para calon investor, pemerintah kemungkinan akan mengimpor kompor gas.

Pemerintah akan mempercepat proses tender ulang, dari dua bulan menjadi dua minggu. Itu dilakukan mulai dari pengumuman pembukaan tender sampai penentuan pemenangnya.

Fahmi menambahkan, pihaknya optimistis tender ulang akan segera dimulai prosesnya dan bakal diminati banyak peserta.

Tidak tercapai
Suryadharma mengakui bahwa tender kompor gas bersubsidi tidak mencapai tahap penentuan pemenang. Karena itulah, tender kompor gas dibuka kembali.

Tender kompor gas bersubsidi kedua ini akan diumumkan melalui sebuah media cetak nasional tanggal 19 Februari 2007. Persyaratan tender pun diperlunak oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Berdasarkan ketentuan proses tender, pengumuman bisa dilakukan dalam 18 hari mendatang. Menurut Suryadharma, persyaratan tender diturunkan dari dua mata tungku menjadi satu mata tungku.
Pertimbangannya, pembuatan kompor satu mata tungku bisa dilakukan lebih cepat. “Soal pagu kompor gas satu mata tungku, saya akan hitung-hitung dulu,” kata Suryadharma.

Yang terpenting, lanjut dia, jika tahun ini pemerintah mampu mengadakan kompor gas bersubsidi sebanyak satu juta unit, efisiensi subsidi atas penggunaan minyak tanah yang kini masih digunakan masyarakat bisa berkurang sebanyak 3 juta liter. Artinya, subsidi BBM berkurang Rp 7,5 miliar per hari.

Selama ini pemerintah harus menyubsidi penggunaan minyak tanah Rp 2.500 per liter karena harga jual ecerannya sudah mencapai Rp 5.500 per liter. Dalam setahun, penghematan subsidi BBM sekitar Rp 2,737 triliun.

Suryadharma mengulang lagi pernyataannya, jika tender kedua tidak direspons, pemerintah terpaksa mengimpor kompor gas agar program konversi energi bisa berjalan. (HAR/OSA)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: