Tabung dan Kompor Gas Sangat Terbatas; Pemerintah Tak Bisa Mengonversi Minyak Tanah Sekaligus

Senin, 09 Juli 2007
Lukas Adi Prasetya

kompas-cetak24

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0707/09/jogja/1039538.htm

Yogyakarta, Kompas – Tabung dan kompor gas yang dijatahkan pemerintah lewat Pertamina untuk program konversi akan diberikan secara bertahap. Pertamina tidak bisa memberi langsung 300.000 tabung dan kompor sesuai jumlah kepala keluarga pengguna minyak tanah di DI Yogyakarta.

Demikian disampaikan oleh Wira Penjualan Elpiji Pertamina DIY dan Jawa Tengah Bagian Selatan Totok Sugiharto, Minggu (8/8) di Yogyakarta, menanggapi usulan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi DIY Syahbenol Hasibuan.

Syahbenol, seusai membuka Musyawarah Cabang Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DIY Sabtu lalu, menyampaikan bahwa semestinya DIY mendapat jatah 300.000 tabung dan kompor gas sesuai jumlah kepala keluarga (KK) pengguna minyak tanah di DIY.

“DIY dijatahkan pemerintah mendapat 80.000 tabung dan kompor sehingga hanya jumlah itu yang kami distribusikan.

Pemberian ke masyarakat akan dilakukan bertahap, tidak langsung semua. Kami kan juga harus melihat respons masyarakat,” kata Totok.

Syahbenol berpendapat, jumlah 80.000 tabung dan kompor gas itu amatlah kurang. Mengenai usulan 300.000 tabung dan kompor gas, ia merasa wajar karena memang itulah kondisi saat ini. Jumlah KK pengguna minyak tanah itu separuh dari total jumlah KK di DIY.

Disperindagkop DIY berusaha mengajukan usulan, namun soal disetujui atau tidak tergantung pusat. Mengenai pembuatan kompor dan tabung, kata Syahbenol, ada sejumlah usaha kecil dan menengah di DIY siap membuat, namun memang tak mampu memenuhi semua sehingga sebagian rencananya mengambil dari Jawa Barat dan Jawa Timur.

Totok menyatakan, sebelum distribusi kompor dan tabung gas ke masyarakat yang direncanakan Januari 2008, Pertamina mulai bulan depan akan melakukan survei. Untuk kepentingan ini, Pertamina dibantu sejumlah pihak, salah satunya Universitas Gadjah Mada.

“Ini untuk mencari wilayah-wilayah mana yang sekiranya tepat sebagai area distribusi. Tentu ada berbagai pertimbangan yang harus dimasukkan, misalnya sejauh mana respons masyarakat dan apakah mereka nantinya mau membeli gas lagi atau tidak,” kata Totok.

Ganti

Seperti diketahui, pemerintah berencana mengganti minyak tanah dengan gas sebagai bahan bakar rumah tangga. Tujuannya agar lebih efisien dan hemat. Nantinya setiap keluarga menggunakan kompor gas dengan tabung isi tiga kilogram.

Tabung gas ukuran tiga kilogram ini mendapat subsidi dari pemerintah sehingga harganya diharapkan terjangkau. Totok menyebut, per kilogram gas untuk tabung tiga kilogram itu akan dijual Rp 4.250 (harga yang dibeli konsumen di tingkat pangkalan).

Sementara itu, Hiswanamigas DIY menyatakan siap membantu program pemerintah berkaitan dengan penggantian minyak tanah ke gas. Namun, diakui, sosialisasi ke masyarakat akan sangat berat karena ini menyoal perubahan kebiasaan dan gaya hidup.

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: