Pertamina Minta Harga Elpiji Naik; Distribusi Elpiji Subsidi Akan Diatur Dalam Mekanisme PSO

Rabu, 09 Mei 2007

kompas-cetak17

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/09/ekonomi/3521744.htm

Jakarta, Kompas – Konversi minyak tanah ke gas elpiji resmi dimulai, Selasa (8/5). PT Pertamina pun berancang-ancang meminta restu ke pemerintah untuk menaikkan harga jual gas elpiji yang selama ini dijual ke masyarakat umum. Hal itu dilakukan untuk membedakan dengan gas elpiji yang disubsidi.

Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Achmad Faisal mengatakan penyesuaian harga diperlukan karena sampai saat ini perusahaan terus menanggung rugi antara selisih harga elpiji yang diimpor dengan yang dijual ke konsumen. “Tapi tolong jangan langsung dibilang kami akan menaikkan harga karena akan diajukan dulu ke pemerintah,” kata Faisal.

Harga elpiji impor sekitar Rp 7.000 per kilogram, sementara harga jual elpiji ke masyarakat saat ini Rp 4.250 per kilogram. Mengacu pada data Pertamina sebenarnya impor elpiji hanya sekitar 15 persen dari keseluruhan kebutuhan 1,08 juta ton per tahun.

Sebenarnya, tahun lalu Pertamina sudah merencanakan menaikkan harga elpiji secara bertahap hingga mencapai harga keekonomiannya. Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan.

Dengan keterlambatan pelaksanaan konversi yang terjadi pihak Pertamina memperkirakan tahun ini hanya bisa mencapai setengah dari target. Target konversi pemerintah adalah sekitar 500.000 ton elpiji, sementara Pertamina memperkirakan hanya sanggup 277.000 ton.
Direktur Niaga dan Pengolahan BBM Direktorat Jenderal Migas Eri Soedarmo mengatakan pemerintah sudah menyiapkan tata niaga elpiji yang disubsidi. Distribusi dan penyediaan elpiji akan diatur melalui dua peraturan presiden yaitu prepres tentang Penetapan Harga Jual Elpiji Tabung Tiga Kilogram dan Penyediaan dan Pendistribusian Elpiji Tabung Tiga Kilogram. “Nantinya distribusi elpiji bersubsidi akan dilakukan melalui skema kewajiban pelayanan publik (public service obligation/PSO), sebagaimana halnya bahan bakar minyak,” kata Eri.

Dengan skema PSO itu, penyediaan elpiji bersubsidi akan terbuka untuk semua badan usaha yang mampu, bukan hanya Pertamina.

Sementara itu, saat meluncurkan program konversi minyak tanah ke gas elpiji kemarin, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, selama tiga tahun mendatang, hingga tahun 2009, pemerintah akan membagikan secara gratis kompor dan tabung gas seberat 3 kilogram kepada 20 juta keluarga miskin di seluruh Indonesia.(DOT/HAR)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: