KPPU Serius Menindaklanjuti Masalah Tender Kompor Gas

Sabtu, 17 Maret 2007

kompas-cetak15

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/17/ekonomi/3394815.htm

Jakarta, Kompas – Tim monitoring Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU telah menerima surat tembusan masalah tender kompor gas bersubsidi yang diadakan Panitia Tender Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.

“Secara prinsip, KPPU akan serius menindaklanjuti penyelidikan kasus-kasus tender, termasuk pengadaan kompor gas bersubsidi, jika ada laporan resmi dari pihak yang merasa curiga atas proses tender itu,” ujar Ketua KPPU Mohammad Iqbal di Jakarta, Jumat (16/3).

Menurut Iqbal, pemberitaan media massa pun bisa dijadikan bahan pelengkap untuk memonitor kasus itu. KPPU akan menyelidiki dari berbagai aspek, termasuk persyaratan tender.

Minta berita dihentikan
Ketua Panitia Tender Endang Suhedi dalam jumpa pers di Kantor Kemenkop dan UKM mengatakan, “Untuk menyukseskan program penghematan subsidi bahan bakar minyak, kami mengharap semua pihak mendukung percepatan pelaksanaan penghematan subsidi BBM dengan menghentikan polemik dan pemberitaan di media massa.”

Permintaan penghentian polemik itu diungkapkan sehubungan dengan rangkaian publikasi yang dikeluarkan Departemen Perindustrian dan Asosiasi Produsen Kompor Gas Indonesia.

Isinya, antara lain, pemenang tender kompor gas diduga cacat administrasi, hasil tender diragukan dan akan digugat ke KPPU, pemenang tender kompor gas diduga broker, dan Menteri Perindustrian keberatan terhadap pemenang tender.

Endang yang membacakan pernyataan tertulisnya mengatakan, sulit memahami bahwa pejabat Departemen Perindustrian selalu menjadi leader dalam pemberitaan pengadaan kompor gas yang dilaksanakan oleh Kemenkop dan UKM.

“Kami merasa mendapat tekanan dari pihak asosiasi yang difasilitasi Depperin agar Kemenkop dan UKM mengikuti pola pengadaan yang sudah mereka siapkan sebelumnya,” ujarnya.

Dia menyesali adanya nuansa mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dalam program penghematan subsidi BBM.

Alasannya, Depperin telah memublikasikan standar harga kompor gas dalam daftar isian pelaksanaan anggaran tahun anggaran 2007 yang dibuat Kemenkop dan UKM terlalu rendah.

Padahal, penawaran harga kompor gas tersebut telah dihitung secara cermat dan diyakini dapat dilaksanakan oleh produsen kompor gas.

Adapun harga penawaran kompor gas dari Kemenkop dan UKM yang ditenderkan senilai Rp 110.000 per unit, termasuk Pajak Pertambahan Nilai. Dengan demikian, nilai tender kompor gas sebanyak 371.142 unit mencapai Rp 40,825 miliar.

Endang, mengutip pernyataan tertulisnya, kembali mengatakan dengan nada keras, pihaknya mendapat tekanan untuk mengabaikan ketentuan lelang yang diatur dalam Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/ jasa pemerintah beserta peraturan perubahannya. (OSA)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: