Konversi Energi Program Kompor Sulit Terealisasi

Senin, 16 Oktober 2006

kompas-cetak2

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0610/16/ekonomi/3027342.htm

Jakarta, Kompas – Program konversi energi atau pengalihan penggunaan kompor minyak tanah ke kompor gas untuk rakyat miskin pada tahun 2006 ini kecil kemungkinan terealisasi. Alasannya, sampai saat ini teknis pencairan anggaran untuk program itu sulit dilakukan. Menteri Negara Urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Suryadharma Ali mengungkapkan hal itu seusai berbuka puasa bersama wartawan di Jakarta, Sabtu (14/10).

Suryadharma menjelaskan, “Secara prinsip pemerintah tetap pada rencananya mengadakan kompor gas sebagai upaya untuk menekan subsidi energi. Namun, kemungkinan besar program pengadaan kompor gas tidak dapat terealisasi.” Hingga kini pencairan anggaran belum juga terlaksana. Kendala teknisnya adalah karena anggaran itu ingin dialihkan dari tungku briket batu bara menjadi kompor gas. Dengan demikian, dibutuhkan kehati-hatian.

“Sekarang ini para birokrat tidak mau gegabah dalam penggunaan anggaran negara,” ujar Suryadharma. Dia menilai waktu pengadaan kompor gas terlalu pendek. Target minimum 400.000 unit kompor gas dengan nilai tender Rp 60 miliar. Jadi dalam waktu 2 bulan- 3 bulan ini perusahaan-perusahaan diperkirakan tak mampu memproduksi kompor sebanyak itu.

Menurut Suryadharma, program ini tidak dibatalkan, melainkan hanya diundur hingga tahun 2007. Dengan demikian, kerugian peserta tender diperkirakan baru seputar memperbanyak materi tender. Secara terpisah, Direktur Pemasaran Denpoo Yeane Keet mengaku sudah memperkirakan tender ini bakal sulit dilaksanakan. Sebab, waktu realisasi pengadaan kompor sangat pendek.

“Tadinya, kami masih berharap bulan Desember sudah ada kejelasan. Jika keputusannya begini, kami pun akan mempersiapkan diri untuk mengikuti tender tahun depan,” kata Yeane. Sebelum rencana pengadaan kompor gas, pemerintah mengeluarkan kebijakan konversi energi berupa pengadaan tungku briket batu bara. Karena tidak adanya respons dari masyarakat, kebijakan itu pun diubah menjadi pengadaan kompor gas. (OSA)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: