konversi energi; Pertamina Talangi Kompor Gas

Kamis, 08 Februari 2007

kompas-cetak8

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0702/08/ekonomi/3301388.htm

Jakarta, Kompas – PT Pertamina akan menalangi dana pengadaan kompor gas elpiji sebesar Rp 1,6 triliun. Hal itu dilakukan karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara belum siap, sementara program konversi minyak tanah ke gas elpiji seharusnya sudah dimulai sejak awal tahun ini.

“Itu keputusan rapat dengan Departemen Keuangan minggu lalu. Pemerintah meminta Pertamina menalangi dulu pengadaan kompor gas dan perlengkapannya. Nanti diganti, kami tinggal menunggu surat penugasan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral,” kata Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya, Rabu (7/2).

Dalam program konversi minyak tanah ke gas elpiji tahun ini, pemerintah menargetkan mengganti 1 juta kiloliter minyak tanah dengan sekitar 600.000 ton elpiji.

Untuk program tersebut dibutuhkan 6 juta kompor gas dan 12 juta tabung elpiji. Pertamina merencanakan, kompor dan tabung elpiji bisa dibagikan secara bertahap kepada masyarakat mulai bulan April atau terlambat empat bulan dari jadwal semula.

Masyarakat di DKI Jakarta, Tangerang, dan Bekasi akan mendapat kesempatan pertama. Sekitar 400.000 warga akan memperoleh kompor dan tabung elpiji secara gratis.

Pengadaan kompor seharusnya menjadi jatah Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Sedangkan pengadaan tabung elpiji menjadi tugas Pertamina.

Namun, sampai Februari ini, pengadaan kompor masih terkendala. “Usaha kecil dan menengah hanya mampu menyediakan 800.000 kompor gas, jadi sisanya Pertamina harus mengadakan sebanyak 5,2 juta unit,” ungkap Hanung.

Tender pengadaan tabung gas elpiji sudah dilakukan. Harga per tabung ukuran 3 kilogram itu sekitar Rp 110.000 per buah. Hanung memastikan sebagian besar tabung itu akan diimpor karena industri di dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan.

Untuk sementara, gas cukup dipasok dari dalam negeri. Pertamina akan meminta tambahan pasokan dari lapangan ConocoPhillips dan Petrochina 1 juta ton. “Tahun ini belum perlu impor gas elpiji, sampai kuartal pertama 2008.

Tapi, semester I-2008 kita sudah harus impor. Pertamina sedang menjajaki ke Timur Tengah,” ujar Hanung. (DOT)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: