Konversi energi; Kontrak Pengadaan Kompor Gas Sebaiknya Ditunda

Sabtu, 10 Maret 2007

kompas-cetak14

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/10/ekonomi/3373991.htm

Jakarta, Kompas – Sebanyak 14 peserta tender meminta kontrak pengadaan kompor gas bersubsidi sebaiknya ditunda dulu. Kejanggalan yang terjadi dalam proses tender perlu dibereskan supaya keputusan penentuan pemenang tender tidak mengalami cacat hukum.

Ketua Gabungan Elektronik Divisi Kompor Gas Triantoni yang mewakili 14 peserta tender menegaskan hal itu di Jakarta, Jumat (9/3), setelah memperoleh jawaban panitia tender atas sanggahan yang digulirkan peserta tender beberapa hari lalu.

Surat sanggahan disampaikan kepada panitia tender setelah dua peserta lolos tahap penilaian dokumen dan memiliki peluang untuk memenangi tender senilai Rp 40,825 miliar. Kedua peserta itu adalah PT Sumber Rahayu Prima dan PT Daya Nusa Energi.

Triantoni menyatakan, semua jawaban panitia tender tidak menyentuh substansi persoalan yang diajukan peserta. Ada beberapa persoalan yang masih mengganjal proses tender kompor gas. Misalnya, soal persyaratan uji kualitas dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

“Sewaktu tahap penjelasan sepekan lalu, persyaratan LIPI mutlak dilampirkan oleh setiap peserta tender. Kenyataannya, sewaktu pembukaan dokumen tender, panitia malah menambahkan sebuah catatan bahwa peserta dapat menyertakan surat resmi jika pengujian teknis sedang diproses di LIPI,” katanya.

Panitia tender juga diminta mencermati keabsahan sertifikat uji LIPI yang dimiliki dua peserta tender itu. Menurut Triantoni, prosedur pengujian perlu dicermati karena proses pengujian sebetulnya memakan waktu lama.

Kejanggalan lain adalah soal berkas jaminan penawaran yang tidak boleh dibuka. Padahal, menurut Triantoni, berkas itu harusnya bisa disaksikan oleh peserta. Berkas jaminan penawaran dibuka untuk mengetahui nilai uang yang ditawarkan. Artinya, peserta tender ini sebelumnya memang sudah memiliki aset untuk memproduksi kompor gas.

Kepala Biro Umum Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Prakoso Budi Susetyo mengatakan, pembukaan berkas jaminan penawaran adalah kewenangan panitia tender.

Menurut Prakoso, seluruh kejanggalan itu sudah menjadi catatan panitia tender sebelum melakukan kontrak dengan pemenang tender. Panitia pun sudah menjadwalkan peninjauan pabrik yang dimiliki oleh dua peserta tender itu untuk memastikan kemampuan produksinya. (OSA)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: