konversi elpiji; Konsumen Rumah Tangga

Rabu, 15 November 2006

kompas-cetak5

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0611/15/ekonomi/3098120.htm

Jakarta, kompas – Pemerintah akan menyubsidi penggunaan gas elpiji untuk seluruh konsumen rumah tangga dan usaha kecil. Aturan subsidi akan diatur lewat peraturan presiden. Rancangan Perpres tentang Harga Jual Eceran LPG Dalam Negeri yang diperoleh Kompas, Selasa (14/11), menyebutkan, konsumen yang bisa disubsidi adalah rumah tangga yang menggunakan gas elpiji untuk memasak dalam lingkup rumah tangga.

Adapun untuk konsumen usaha kecil, instansi terkait akan memverifikasi berdasarkan kebutuhan elpiji per bulan. Harga jual eceran elpiji bersubsidi untuk rumah tangga dan usaha kecil di titik serah ditetapkan Rp 4.250 per kilogram, termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Harga tersebut sama dengan harga eceran elpiji rumah tangga yang berlaku saat ini. Sementara harga gas elpiji industri yang berlaku saat ini Rp 5.280 per kg. Program konversi minyak tanah ke gas elpiji diluncurkan pemerintah untuk menekan beban subsidi bahan bakar minyak. Dengan perhitungan pemakaian satu kilogram gas elpiji setara dengan dua liter minyak tanah, pemerintah bisa mengurangi anggaran untuk subsidi minyak tanah.

Dalam rancangan perpres disebutkan, pelan-pelan harga elpiji subsidi akan dinaikkan hingga mencapai keekonomiannya. Seperti halnya BBM bersubsidi, harga gas elpiji bisa dinaikkan dan diturunkan. Harga keekonomian ditetapkan mengacu pada harga transaksi jual beli elpiji di Qatar. Sebelumnya, sesuai dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2007, subsidi elpiji yang akan ditanggung negara hanya yang termasuk program konversi minyak tanah.

Dilakukan bertahap
Tahun depan pemerintah menargetkan konversi 2 juta kilo liter minyak tanah yang sebanding dengan 1 juta ton elpiji. Pengalihan dilakukan bertahap, dengan target seluruh volume minyak tanah bersubsidi sebanyak 10 juta kiloliter (KL) diganti dengan 5,71 juta ton elpiji. Dengan harga minyak tanah Rp 2.250 per liter dan kuota minyak tanah sebanyak 10 juta KL tersebut, subsidi yang harus disediakan pemerintah sebesar Rp 31 triliun. Jika subsidi dialihkan ke elpiji, pemerintah hanya perlu mengeluarkan Rp 17,9 triliun untuk volume gas elpiji setara 10 juta KL.

Pertamina memperhitungkan kebutuhan subsidi elpiji untuk program konversi minyak tanah tahun 2007 sebesar Rp 1,3 triliun.

Gas elpiji program konversi harganya akan sama sampai di tingkat pangkalan, dan sampai ke tangan konsumen tidak ada biaya tambahan lagi.

Jika mengacu pada perhitungan yang dibuat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, besaran subsidi elpiji tahun 2007 bisa mencapai Rp 2,99 triliun.

Elpiji subsidi sebagaimana ditetapkan dalam rancangan peraturan presiden masih bisa diperdagangkan ke luar negeri. Namun, ekspor harus mendapat izin Menteri Perdagangan serta rekomendasi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Berdasarkan data Pertamina, dari 1,08 juta ton elpiji yang dipasarkan dalam setahun, sekitar 82 persen diproduksi kilang Pertamina, 15 persen dipasok oleh kontraktor bagi hasil dengan harga pasar internasional, sisanya sekitar 3 persen diimpor. (DOT)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: