Kompor Gas yang Tidak Berkualitas 11 Persen

Selasa, 31 Juli 2007

kompas-cetak26

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0707/31/ekonomi/3730643.htm

Jakarta, Kompas – Wakil Presiden Jusuf Kalla minta agar masalah tidak berkualitasnya tujuh hingga 11 persen tabung dan kompor gas yang khusus diproduksi untuk program konversi minyak tanah ke gas dikontrol dan diperbaiki.

Untuk menjaga independensi kualitas tabung dan kompor gas bagi rakyat, Wapres meminta ada pihak independen yang mengawasi dan melakukan penilaian untuk itu.

“Ada sekitar tujuh sampai 11 persen produksi tabung dan kompor gas tidak memenuhi kualitas yang telah ditetapkan, khususnya untuk kompor gas. Wapres minta masalah ini dikontrol dan diatasi,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka Departemen Perindustrian Ansari Bukhari dalam jumpa pers di Istana Wapres, Jakarta, Senin (30/7).

Jumpa pers digelar seusai rapat yang dipimpin Wapres. Ansari didampingi Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Achmad Faisal. Agenda utama rapat adalah paparan Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengenai kesiapan industri tabung gas dan kompor gas dalam rangka konversi minyak tanah ke elpiji.

Pemerintah telah menetapkan 11 perusahaan pembuat tabung dengan kapasitas 17 juta tabung, dan 11 perusahaan pembuat kompor gas dengan kapasitas 13 juta kompor. Sebelumnya, untuk program konversi minyak tanah ke elpiji, sebanyak 20 perusahaan produsen tabung elpiji telah mendaftar.

Sementara untuk produsen kompor gas telah mendaftar 32 perusahaan produsen. Dari setiap perusahaan itu, ditetapkan 11 perusahaan produsen tabung gas dan kompor gas.

Dari 22 perusahaan yang telah ditetapkan itu, kualitas produksi tabung dan kompor gasnya tidak memenuhi standar kualitas yang sudah ditetapkan.

Program konversi minyak tanah ke elpiji diupayakan maksimal oleh pemerintah untuk pengurangan subsidi APBN untuk minyak tanah.

Pada akhir program konversi minyak tanah ke elpiji tahun 2009, pemerintah menargetkan sudah bisa mendistribusikan 40 juta tabung dan kompor gas ukuran 3 kilogram kepada rakyat yang selama ini menggunakan minyak tanah.

“Tahun 2007, target kita menyalurkan enam juta tabung dan kompor gas kepada rakyat. Itu artinya, akan ada enam juta rumah tangga yang beralih dari menggunakan minyak tanah ke elpiji,” ujar Faisal.

Tidak merata
Menurut laporan yang disampaikan kepada Wapres, hingga akhir Juli 2007, telah disalurkan 430.454 tabung dan kompor gas ke rumah tangga dan 32.716 tabung dan kompor gas ke usaha kecil dan menengah.
Dalam program konversi ini, pemerintah telah memasok 2.500 ton elpiji tambahan dan menarik sekitar 20.000 kiloliter minyak tanah. Sebaran tabung dan kompor gas hingga Juli 2007, menurut Achmad Faisal, ada di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

Untuk target enam juta tabung dan kompor gas hingga akhir tahun 2007, sasaran distribusi akan diarahkan ke seluruh wilayah Jawa Barat, sebagian Provinsi Banten, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur.

“Akan dilakukan percepatan produksi tabung dan kompor gas berkualitas untuk memenuhi target enam juta tabung dan kompor gas ke rumah tangga,” ujar Ansari. Mengenai tidak meratanya distribusi tabung dan kompor gas, Faisal berujar, “Kita akan membagikan kepada rakyat yang memiliki kartu keluarga. (INU)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: