Kompor Gas; Pemerintah Tunjuk Langsung

Sabtu, 24 Maret 2007

kompas-cetak16

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0703/24/ekonomi/3404336.htm

Jakarta, Kompas – Untuk mempercepat proses pengadaan kompor gas sehubungan program konversi pemakaian minyak tanah menjadi gas, pemerintah akan mengubah pola pengadaan. Pola sebelumnya harus ditenderkan. Kini, penunjukan langsung dengan harga yang sudah ditetapkan Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, yakni Rp 104.000 per kompor.

Perubahan pola itu disetujui Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dalam rapat terbatas tentang konversi minyak tanah menjadi gas, Jumat (23/3) di Istana Wapres, Jakarta.

Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali dalam keterangan pers menjelaskan, patokan harga yang ditetapkan dalam penunjukan langsung didasarkan pada harga saat tender yang dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM tempo hari.

“Tujuan penunjukan langsung agar perusahaan kompor gas dan tabung yang terlibat bisa lebih banyak lagi, khususnya UKM,” ujar Suryadharma.

Tidak melanggar
Dalam kesempatan berbeda, Wapres menegaskan, penunjukan langsung pengadaan kompor gas tidak melanggar Keputusan Presiden No 80/2003 soal Pengadaan Barang dan Jasa Publik.

Menurut Suryadharma, departemennya akan menangani pengadaan 371.142 kompor gas dari enam juta kompor untuk tahun ini. Adapun sisanya akan diadakan Pertamina. Direncanakan, Juni, kompor gas itu sudah didistribusikan bersama dengan tabung yang diadakan Pertamina.

Suryadharma menambahkan, pendistribusiannya berdasarkan data yang dibuat Departemen Dalam Negeri.
Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno mengatakan, Pertamina saat ini juga telah melakukan pengadaan tabung LPG. Untuk tahun ini, Pertamina mengadakan tabung LPG sebanyak enam juta dan ditambah dengan 7,8 juta untuk penggantiannya.

“Untuk tahun 2008 disiapkan sekitar 5,1 juta tabung dan untuk tahun 2009 sekitar enam juta tabung. Pertamina juga memperbanyak stasiun pendistribusian LPG dan pada tahun 2008 ditargetkan sudah ada 200 stasiun di seluruh Indonesia,” ujar Ari.

Sementara itu, Ketua Harian Tim Percepatan Pembangunan Pembangkit Berbahan Bakar Batu Bara Yogo Pratomo seusai rapat tentang listrik menyatakan, pada April mendatang, PLN akan menandatangani lima proyek PLTU dengan kapasitas 3.600 megawatt di Teluk Naga, Pelabuhan Ratu, Jepara, Pacitan, dan Awar-Awar. “Saat ini lahan di lokasi PLTU itu dalam proses pembebasan,” ujar Yogo. (har)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: