Indikator “Kompas”: Besar, Kebutuhan Minyak Tanah di DIY

Senin, 09 Juli 2007

kompas-cetak23

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0707/09/jogja/1039536.htm

Realisasi program konversi penggunaan minyak tanah ke gas elpiji di DI Yogyakarta memerlukan perhitungan matang dari pemerintah setempat maupun PT Pertamina selaku pelaksana rencana tersebut. Sebab, akan ada banyak rumah tangga dan kegiatan usaha makanan di DIY yang terpukul apabila pasokan minyak tanah yang nantinya mulai dikurangi bertahap tidak segera tergantikan oleh gas.

Hingga 2006 sebagian besar rumah tangga di provinsi ini masih bergantung pada penggunaan bahan bakar minyak tanah.

Tercatat ada 82 desa yang sebagian besar rumah tangganya masih menggunakan minyak tanah dan hanya tiga desa yang secara umum setiap rumah tangganya sudah menggunakan gas. Bahkan, masyarakat di kelurahan wilayah Kota Yogyakarta pun masih banyak menggunakan energi dari fosil tersebut untuk keperluan rumah tangga (lihat Grafis).

Selain itu, kegiatan usaha makanan umumnya juga masih menggunakan minyak tanah untuk memasak. Hingga pertengahan 2006, BPS mencatat 10.738 warung makan serta industri kecil makanan, di antaranya kerupuk yang mencapai 359 unit usaha, masih menggunakan minyak tanah.

Untuk menggoreng satu kuintal kerupuk, misalnya, industri kecil ini membutuhkan minyak tanah rata-rata 50 liter.

Padahal, produksi kerupuk DIY (2006) rata-rata mencapai 13,5 kuintal per hari sehingga kegiatan industri ini paling tidak menyerap 679 liter pasokan minyak tanah setiap hari.

Kondisi demikian, menuntut pemerintah setempat dan PT Pertamina, untuk menjamin kelancaran program konversi tersebut. Sebab, di sejumlah wilayah sudah terbukti bahwa pengurangan pasokan minyak tanah secara bertahap tidak diimbangi dengan pasokan elpiji yang memadai, sehingga mengakibatkan kelangkaan bahan bakar. (BIMA BASKARA/LITBANG KOMPAS)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: