Ganti ke Elpiji, Hemat Rp 22 T. Kalla: Yang Rugi Hanya Pengoplos Minyak Tanah

banner_jawapos2Selasa, 14 Agt 2007

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=299173

BOGOR – Pemerintah menargetkan mampu menuntaskan program konversi minyak tanah ke gas elpiji pada 2011. Program penarikan minyak tanah dari peredaran itu bisa menghemat subsidi BBM Rp 22 triliun per tahun.
“Selama ini subsidi minyak tanah Rp 30 triliun. Kalau (minyak tanah) sudah terganti semua, subsidinya hanya tersisa Rp 8 triliun. Jadi, kita berhemat Rp 22 triliun per tahun,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika meninjau industri tabung dan kompor gas PT Hamasa Steel Centre dan PT Wijaya Karya Persero di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, kemarin (13/8).

“Penghematan Rp 22 triliun itu lebih besar daripada keuntungan usaha Pertamina selama setahun yang saat ini Rp 19 triliun,” jelasnya.

Program tersebut juga dinilai menguntungkan konsumen rumah tangga, industri kecil menengah, dan pemerintah. Dengan asumsi setiap rumah tangga menggunakan 20 liter minyak tanah per bulan dan beralih menggunakan elpiji delapan kilogram per bulan, diperoleh penghematan Rp 20 ribu-Rp 25 ribu per bulan.

“Satu-satunya yang rugi dengan konversi minyak tanah adalah pengoplos minyak tanah. Memang ada wali kota yang menolak, tapi saya yakin di rumahnya dia masak pakai elpiji. Kalau demo, silakan saja demo,” tegas Kalla dengan suara meninggi.

Pekan lalu, ratusan agen minyak tanah berunjuk rasa di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Mereka menolak program konversi minyak tanah karena program itu secara otomatis menghapus agen minyak tanah. Pemerintah sendiri menawarkan perubahan agen minyak tanah menjadi agen gas elpiji.

“Kita ini sudah sangat terlambat melakukan konversi. Rumah tangga di negara miskin, seperti Kamboja, Laos, dan India, sudah memakai gas. Kalau Anda lihat foto korban banjir di India, mereka pasti membawa tabung untuk mengantre elpiji,” paparnya.

Kalla mengakui, faktor penghambat program konversi minyak tanah adalah kualitas tabung dan kompor gas. Saat ini, sekitar 11 persen atau sekitar 44 ribu tabung dan kompor ditarik karena rawan meledak. Untuk itu, Kalla memerintahkan Pertamina dan Departemen Perindustrian membenahi kualitas tabung dan kompor gas.
Terkait dengan koordinasi yang melibatkan lintas instansi pemerintah, Kalla menegaskan bahwa pelaksana dari program konversi elpiji itu adalah PT Pertamina (persero). “Jadi, nantinya mekanisme business to business. Tapi, pelaksananya adalah PT Pertamina,” katanya.

Menurut Menteri Perindustrian Fahmi Idris, spesifikasi dan standardisasi produksi tabung gas sudah selesai. Untuk kompor, aturan spesifikasi teknis telah keluar namun belum selesai dalam penetapan standardisasi. “Tinggal satu dua step. Persiapan standardisasi dan spesifikasi sudah pada tahap penyelesaian,” jelasnya.
Selain meminta menjaga stabilitas pasokan gas elpiji di pasaran, Kalla memerintahkan Pertamina melibatkan jasa penilai independen PT Surveyor Indonesia dalam proses produksi tabung dan kompor gas.

“Mungkin ada kompor gas yang meledak. Tapi, ratusan kali lebih banyak kompor minyak tanah yang meledak dan menghanguskan rumah-rumah dibandingkan kompor gas,” tegasnya. (noe/iw)

About Indah Sri Wulandari

Gerak Ekonomi untuk Daulat Kemanusiaan Lihat semua pos milik Indah Sri Wulandari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: